Tiga Alasan Mengapa Kita Harus Mengawali Ibadah dengan Hamdalah

0
1013

BincangSyariah.Com – Selain basmalah, saat mau mengerjakan amal kebaikan kita dianjurkan untuk membaca hamdalah. Nabi Muhammad Saw. bersabda (au kama qola):

كل امر ذي بال لا يبدأ بالحمد لله فهو اقطع

Setiap perkara yang bernilai baik, ketika tidak diawali dengan alhamdulillah, maka ia terpotong (barolahnya) (HR. Ibnu Hibban)

Dalam artian, kunci untuk membuka setiap amal baik adalah hamdalah. Tanpa diawali dengan lafaz tersebut, maka keberkahannya akan berkurang. Bahkan bisa saja kita gagal total dalam meraih pahala amalan yang akan dilakukan.

Salah satunya adalah dalam adab berdoa, kita dianjurkan mengawalinya dengan basmalah, hamdalah, dan shalawat. Dengan ketiganya bisa jadi doa yang dipanjatkan cepat terkabul.

Lalu, apakah ada alasan yang melatarbelakangi perintah tersebut?

Dalam Kitab Khozinatul Asror hal. 103 disebutkan bahwa setidaknya ada 3 alasan yang menyebabkan kita dianjurkan untuk mengawali kebaikan dengan hamdalah, yaitu:

Pertama,

لان اول شيئ من الله تعالى علينا النعمة

Karena pertama kali pemberian Allah Swt. kepada kita adalah kenikmatan.

Artinya, karunia Allah Swt. yang diberikan pertama kali kepada makhluknya, khususnya manusia, adalah berbagai macam kenikmatan. Sebut saja nikmat atas kebaradaan kita, nikmat sehat, kekuatan, pengetahuan, dapat berbicara, beribadah, dan lain sebagainya.

Kita wajib mensyukuri segala kenikamatan yang telah diberikan Allah Swt. kepada kita. Karena dengan adanya syukur, maka kenikamatan tersebut akan semakin berkah dan bertambah. Adapun salah satu bentuk syukur kita atas karunia Allah Swt. adalah memperbanyak zikir pada-Nya, yakni Alhamdulillah.

Kedua,

لان الحمد اهون الطاعات فامرنا به اولا كي لا يشق علينا بالابتداء حتى نتعود بعده سائر الطاعات

Karena ucapan alhamdulillah merupakan paling ringannya ketaatan. Oleh karena itu, Allah Swt. memerintahkan kita dengan hal tersebut. Ini agar tidak memberatkan kita dalam memulai hal kebaikan. Pada akhirnya kita menjadi terbiasa berbuat taat.

Artinya, dalam hal ibadah, Allah Swt. tidak menekan ummat-Nya dari awal. Menekan dalan artian mewajibkan umat tidak langsung dg yang berat-berat. Sebut saja rukun islam. Untuk masuk islam, kita bukan langsung disuruh naik haji, tapi di mulai dari membaca dua kalimat syahadat. Setelah itu, mengerjakan sholat lima waktu, baru kemudian berzakat, lanjut pada puasa, sehingga yang terakhir naik haji bagi yang mampu.

Baca Juga :  Kapan Waktu Ideal Berniat Puasa Ramadan?

Jadi, biasakan dulu membaca hamdalah sebelum memulai kebaikan yang lain, pada akhirnya kebaikan-kebaikan yang lain akan ikut menjadi terbiasa.

Ketiga,

امرنا اولا بالحمد لانه اول كلام تكلم به ابونا ادم عليه السلام حين عطس

Kita diperintahkan pertama kali dengan hamdalah karena perkataan pertama dari Bapak kita, Nabi Adam As. ketika bersin adalah alhamdulillah.

Artinya, adanya perintah untuk bertahmid pada Allah Swt. adalah buah dari kisah Nabi Adam As. Pastinya dengan harapan pahala yang didapatkan beliau As. juga diberikan pada kita semua.

Oleh karena itu, mari kita biasakan awali kebaikan dengan basmalah dan hamdalah. Semoga Allah Swt. mencatat kita sebagai ahli dzikir. Amin.

Wallahua’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here