Apakah Perlu Mengangkat Tangan Saat Berdoa Setelah Adzan?

0
20

BincangSyariah.Com – Menurut para ulama, di antara tata cara dan adab ketika kita berdoa adalah mengangkat kedua tangan. Hal ini karena mengangkat kedua tangan saat kita berdoa bisa menjadi sebab terkabulnya doa, termasuk mengangkat tangan saat berdoa setelah adzan. Ini berdasarkan hadis riwayat Ibnu Majah berikut;

عَنْ سَلْمَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ رَبَّكُمْ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ أَنْ يَرْفَعَ إِلَيْهِ يَدَيْهِ فَيَرُدَّهُمَا صِفْرًا أَوْ قَالَ خَائِبَتَيْنِ

Dari Salman, dari Nabi Saw bersabda: Sesungguhnya Tuhan kalian Maha Hidup lagi Maha Pemurah.  Dia malu dari hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian mengembalikannya dengan tangan hampa, atau beliau berkata; Kedua tangannya yang tidak mendapatkan apa-apa. (Baca: Doa Setelah Adzan yang Dibaca Imam Sufyan Al-Tsauri)

Dalam hadis lain disebutkan bahwa Nabi Saw senantiasa mengangkat kedua tangannya ketika berdoa. Hadis dimaksud diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Musa Al-Asy’ari, dia berkata;

دَعَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثمُ َّرَفَعَ يَدَيْهِ وَرَأَيْتُ بَيَاضَ إِبْطَيْهِ

Nabi Saw berdoa kemudian beliau mengangkat kedua tangannya, dan aku melihat putih kedua ketiak beliau.

Berdasarkan dua hadis ini dan hadis-hadis lainnya, para ulama mengatakan bahwa mengangkat kedua tangan merupakan adab utama ketika berdoa. Karena itu, ketika kita berdoa setelah adzan, maka kita perlu serta dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan. Begitu juga ketika kita berdoa setelah wudhu, setelah shalat, dan lainnya.

Selain itu, ketika kita mendengar adzan berkumandang, maka ada dua hal yang dianjurkan untuk kita lakukan. Pertama memperhatikan dan menjawab kalimat adzan sesuai yang dikumandangkan muadzin, dan kedua membaca shalawat dan mendoakan wasilah kepada Nabi Saw setelah adzan selesai dikumandangkan, termasuk mengangkat tangan saat berdoa setelah adzan.

Baca Juga :  Tata Cara Shalat Sunnah Mutlak di Hari Jumat

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dari Abdullah bin Umar, dia mendengar Nabi Saw bersabda;

إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا الله لِي الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِي إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ الله وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

Jika kalian mendengar muadzin, maka jawablah seperti apa yang ia katakan, kemudian bershalawatlah untukku, karena barangsiapa yang bershalawat untukku, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintakanlah kepada Allah untukku alwasilah, karena ia adalah satu kedudukan di surga yang tidak pantas diperoleh kecuali untuk seorang hamba Allah; dan aku berharap, (bahwa) akulah hamba Allah itu. Barangsiapa yang memohonkan untukku alwasilah, maka akan mendapat syafaatku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here