Mengangkat Tangan ketika Berdoa

0
1996

BincangSyariah.Com – Mengangkat tangan ketika berdoa merupakan perbuatan agung sekaligus menyebabkan terkabulnya sebuah doa. Di antara hadis yang menjelaskan hal tersebut adalah riwayat Imam Bukhari. Ia menjadikan bab khusus tentang mengangkat tangan ketika berdoa. Di antara riwayat-riwayat tersebut adalah hadis yang diriwayatkan dari Abu Musa al-‘Asy’ari yang menyampaikan demikian:

دَعَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَاءٍ فَتَوَضَّأَ بِهِ ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعُبَيْدٍ أَبِي عَامِرٍ وَرَأَيْتُ بَيَاضَ إِبْطَيْهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَوْقَ كَثِيرٍ مِنْ خَلْقِكَ مِنْ النَّاسِ

Nabi Saw. meminta diambilkan air, lalu beliau berwudhu, setelah itu beliau mengangkat tangannya sambil berdoa: “Ya Allah, ampunilah ‘Ubaid Abu ‘Amir.” Hingga aku melihat putih ketiaknya, lalu beliau melanjutkan do’anya: ‘Ya Allah, jadikanlah ia termasuk dari orang yang terbaik di antara manusia di hari kiamat kelak.’

عَنْ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ اسْتَعْمَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنْ الْأَزْدِ يُقَالُ لَهُ ابْنُ الْأُتْبِيَّةِ عَلَى الصَّدَقَةِ فَلَمَّا قَدِمَ قَالَ هَذَا لَكُمْ وَهَذَا أُهْدِيَ لِي قَالَ فَهَلَّا جَلَسَ فِي بَيْتِ أَبِيهِ أَوْ بَيْتِ أُمِّهِ فَيَنْظُرَ يُهْدَى لَهُ أَمْ لَا وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَأْخُذُ أَحَدٌ مِنْهُ شَيْئًا إِلَّا جَاءَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَحْمِلُهُ عَلَى رَقَبَتِهِ إِنْ كَانَ بَعِيرًا لَهُ رُغَاءٌ أَوْ بَقَرَةً لَهَا خُوَارٌ أَوْ شَاةً تَيْعَرُ ثُمَّ رَفَعَ بِيَدِهِ حَتَّى رَأَيْنَا عُفْرَةَ إِبْطَيْهِ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ ثَلَاثًا

Dari Abi Humaid as-Sa’idiy radliallahu ‘anhu berkata bahwa Nabi Saw. memperkerjakan seorang laki-laki dari suku Al azdiy sebagai pemungut zakat. Ketika datang dari tugasnya, dia berkata: “Ini untuk kalian sebagai zakat dan ini dihadiahkan untukku”. Beliau berkata: “Biarkanlah dia tinggal di rumah ayahnya atau ibunya lalu dia lihat apakah benar itu dihadiahkan untuknya atau tidak. Dan demi Dzat yag jiwaku di tangan-Nya, tidak seorang pun yang mengambil sesuatu dari zakat kecuali dia akan datang pada hari kiamat dengan dipikulkan di atas lehernya berupa unta yang berteriak, atau sapi yang melembuh atau kambing yang mengembik”. Kemudian beliau mengangkat tangan sehingga terlihat oleh kami ketiaknya yang putih dan (berkata,): “Ya Allah bukankah aku sudah sampaikan, bukankah aku sudah sampaikan” sebanyak tiga kali”.     

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَيْءٍ مِنْ دُعَائِهِ إِلَّا فِي الِاسْتِسْقَاءِ وَإِنَّهُ يَرْفَعُ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ إِبْطَيْهِ

Baca Juga :  Sabda Nabi tentang Keutamaan Umrah di Bulan Ramadhan

Anas bin Malik berkata, bahwa “Nabi Saw. tidak pernah mengangkat tangannya saat berdoa kecuali ketika berdoa dalam shalat istisqa’. Beliau mengangkat tangannya hingga terlihat putih kedua ketiaknya.”

Ketiga hadis di atas diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam kitab sahihnya. Ada beberapa kesimpulan ketika kita membaca hadis di atas:

Pertama, anjuran mengangkat tangan ketika berdoa disebabkan Rasulullah Saw. melakukan hal tersebut berulang-ulang. Namun ada juga doa-doa yang tidak dianjurkan mengangkat tangan. Imam Izuddin bin Abdissalam dalam sebuah fatwanya mengatakan bahwa doa yang tidak dianjurkan mengangkat tangan itu seperti halnya saat membaca doa iftitah dalam shalat, tasyahud dan juga doa antara sujud.

Kedua, ada cara tersendiri dalam mengangkat tangan ketika berdoa seakan tergantung hajat serta kebutuhan.

Ketiga, hadis di atas tampak bertentangan antarhadis satu sama lain, namun ketika dikaji lebih dalam ternyata tidak demikian. Menurut sebagian ahli, hadis yang terakhir di atas yaitu hadis yang diriwayatkan oleh Sahabat Anas bin Malik memang konteksnya berbeda dengan hadis sebelumnya.

Hadis terakhir di atas seakan menafikan adanya hadis yang sebelumnya. Tapi menurut Ibn Hajar al-Asqalani dalam syarah sahih Bukhari, yang dinafikan di sini adalah cara berdoa secara khusus, baik sifat yang dimaksud adalah mengangkat tangan lebih tinggi dari biasanya atau sifat kedua tangan tersebut. Ada pun mengangkat tangan lebih tinggi dari biasanya adalah berdasarkan lafal (حتى يرى بياض إبطيه ) hingga kelihatan putih ketiak beliau.

Pandangan ini dikuatkan bahwa maksud hadis yang menyebutkan mengangkat tangan saat berdoa adalah menjulurkan tangan serta membuka kedua telapak tangannya saat berdoa, seakan-akan saat istisqa beliau melebihkan dari yang demikian hingga sejajar dengan wajahnya di mana posisi seperti ini akan lebih tampak putihnya ketiak beliau.

Baca Juga :  Agar Tidak Malas, Seringlah Baca Doa Ini

Menurut Imam An-nawawi, tata cara berdoa disesuaikan dengan tujuannya. Apabila seseorang berdoa agar bencana yang dialaminya berkurang itu disunahkan mengangkat kedua tangannya dengan menempatkan punggung tangan ke arah bumi. Sebaliknya, apabila berdoa untuk mendapatkan sesuatu maka hendaknya orang yang berdoa itu menghadapkan telapak tangan ke langit. Hal yang demikian merupakan adab berdoa.

Menurut syekh Binbaz mengangkat tangan ketika berdoa menyebabkan terkabulnya sebuah doa berdasarkan hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Ibn Majah berikut.

عَنْ سَلْمَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ رَبَّكُمْ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ أَنْ يَرْفَعَ إِلَيْهِ يَدَيْهِ فَيَرُدَّهُمَا صِفْرًا أَوْ قَالَ خَائِبَتَيْنِ

Diriwayatkan dari Salman yang mendengar Nabi Saw. bersabda: “Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi Maha Pemurah, Malu dari hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian mengembalikannya dengan tangan hampa, atau bersabda;…kedua tangannya yang tidak mendapatkan apa-apa.” (Riwayat Ibnu Majah: Kitab Doa, Bab Mengangkat kedua tangan saat berdoa No. Hadist : 3855). Wallahu a’lam bis sawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here