Mendoakan Orang Bersin Saat Sedang Shalat, Batalkah Shalatnya?

0
857

BincangSyariah.Com – Jika kita mendengar orang bersin dan kemudian ia membaca hamdalah, maka kita dianjurkan untuk mendoakannya dengan membaca ‘Yarhamukallah’. Namun bagaimana jika kita mendengarnya saat sedang melaksanakan shalat, apakah boleh kita mendoakannya?

Jika kita mendoakan orang yang bersin pada saat sedang shalat dengan kalimat ‘Yarhamukallah’, maka para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini.

Pertama, shalatnya batal. Hal ini karena kalimat ‘Yarhamukallah’ dianggap sebagai khitab atau komunikasi dengan orang lain. Sementara kita dalam shalat tidak diperbolehkan untuk berbicara dengan orang lain, meskipun dalam bentuk doa. Ini berdasarkan hadis yang bersumber dari Mu’awiyah bin Hakam berikut;

ولو سلم على إنسان أو سلم عليه إنسان فرد عليه السلام بلفظ الخطاب فقال : وعليك السلام أو قال لعاطس : رحمك الله أو – رحمك الله – بطلت صلاته

“Jika seseorang mengucapkan salam kepada orang lain, atau ada orang lain mengucapkan salam kemudian dijawab dengan kalimat khitab dengan mengatakan ‘Wa ‘alaikas salam’, atau mendoakan orang yang bersin dengan mengucapkan kalimat ‘Rohimakallah’, maka shalatnya batal.”

Kedua, shalatnya tidak batal kerena dianggap mendoakan orang lain agar mendapatkan rahmat. Dalam kitab al-Muhazzab, Imam Syairazi telah menjelaskan sebagaimana berikut;

وإن شمت عاطسا بطلت صلاته لحديث معاوية بن الحكم ، ولأنه كلام وضع لمخاطبة الآدمي فهو كرد السلام ، وروى يونس بن عبد الأعلى عن الشافعي – رحمه الله – : أنه قال : لا تبطل الصلاة ; لأنه دعاء بالرحمة فهو كالدعاء لأبويه بالرحمة

“Jika seseorang mendoakan orang yang bersin, maka shalatnya batal sesuai dengan hadis yang bersumber dari Mu’awiyah bin Hakam. Selain itu, mendoakan orang yang bersin merupakan doa yang ditetapkan untuk berkomunikasi dengan orang lain, sebagaimana menjawab salam. Yunus bin Abdil A’la meriwayatkan dari Imam Syafii, dia berkata bahwa shalatnya tidak batal. Hal ini karena mendoakan orang yang bersin adalah mendoakan dengan rahmat. Ia sama seperti mendoakan kedua orang tua untuk mendapatkan rahmat.”

Baca Juga :  Adab Bersin di dalam Islam

Adapun jika orang yang shalat mendoakan orang yang bersin dengan kalimat ‘Yarhamuhullah atau Yarhamunallahu’, maka ulama Syafiiyah sepakat bahwa shalatnya tidak batal. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu berikut;

فلو رد السلام أو شمت العاطس بغير لفظ خطاب فقال : وعليه السلام أو يرحمه الله لم تبطل صلاته باتفاق الأصحاب ; لأنه دعاء محض

“Jika seseroang menjawab salam atau mendoakan orang yang bersin tanpa menggunakan lafadz khitab dengan mengucapkan kalimat ‘Wa ‘alaihis salam, atau Yarhamuhullah’, maka shalatnya tidak batal dengan kesepakatan ulama Syafiiyah karena hal tersebut dinilai sebagai doa murni.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here