Mendengar Ayat Sajadah dari Radio, Apakah Tetap Sunnah Sujud Tilawah?

2
13

BincangSyariah.Com – Dalam Fiqih Islam, apabila kita membaca dan mendengar ayat sajadah, maka kita dianjurkan untuk melaksankan sujud tilawah.  Pada dasarnya, hukum sujud tilawah adalah sunat. Dan banyak sekali keutamaan yang didapatkan orang yang melaksanakan sujud tilawah. Apakah mendengar ayat sajadah dari radio atau audio lainnya juga tetap sunnah sujud tilawah?

Nabi Muhammad bersabda:

إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِى يَقُولُ يَا وَيْلَهُ – وَفِى رِوَايَةِ أَبِى كُرَيْبٍ يَا وَيْلِى – أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِىَ النَّارُ

“Jika anak Adam membaca ayat sajdah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata; ‘Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka.”

Nah, kemudian timbul persoalan, bagaimana hukum sujud tilawah ketika kita mendengar ayat sajadah dari siaran audio. Misalnya, Pada hari Sabtu Pak Ahmad sedang mendengarkan siaran kesayangannya, Islam Fm, kemudian pak Ahmad mendengar suara seorang qari membaca ayat sajadah dari chanel Islam Fm, apakah pak Ahmad disunatkan melakukan sujud tilawah?

Mengenai persoalan sujud tilawah, kitab at-Taqrir as-sadidah fil masailil mufidah, karya Syekh Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Salim Al-Kaff menjelaskan secara panjang lebar terkait persoalan sujud tilawah tersebut. Syekh Hasan Al-Kaff menguraikan hukum mendengar ayat sajadah dari radio. Menurutnya, apabila seorang mendengar ayat sajadah dari radio, maka ada dua hukumnya;

Pertama, bila radio tersebut sedang melaksanakan siaran langsung, maka hukum sujud tilawah disunatkan. Keterangannya begini,  jika pak ahmad tadi mendengar siaran radio live show ( siaran langsung), dan Qari’nya pun membaca ayat sajadah dalam keadaan live, maka sunat melakukan sujud tilawah—Pak Ahmad sebagai pendengar, disunatkan untuk melaksanakan sujud tilawah.

Kedua, hukumnya tidak disunatkan melakukan sujud tilawah, jika mendengar ayat sajadah dari rekaman. Misalnya dari rekaman tape recorder atau kaset. Nah, apabila pak Ahmad mendengar ayat sajadah dari rekaman siaran ulang, maka tidak disunatkan melakasanakan sujud tilawah.

Lihat penjelasan Syekh Hasan Al-Kaff berikut:

اذا سمع آية السجدة من مزياع او نحو, فان كان حالا اي; على الهواء مباشرة فيسن له السجود, و إلا, بان كان من صوت نحو مسجل , فلا

Artinya:  bagaimana hukum , apabila mendengar ayat sajadah dari radio atau seumpamanya, maka apabila keadaan, maksudnya mendengar ayat sajadah dari siaran langsung, maka disunatkan untuk sujud tilawah. Jika tidak, misalnya mendengar ayat sajadah dari suara yang direkam (alat perekam), maka tidak disunatkan. Wallahu a’lam bis shawab.

100%

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here