Mencuci Muka Setelah Melayat, Benarkah Diwajibkan?

0
31

BincangSyariah.Com – Di daerah tertentu, ada sebagian masyarakat yang memiliki semacam kepercayaan bahwa seseorang yang telah melayat orang meninggal, maka dia diharuskan untuk mencuci muka. Bahkan sebagian masyarakat beranggapan bahwa setelah melayat diharuskan mandi dan mengganti baju yang dipakai. Benarkah mencuci muka setelah melayat itu diwajibkan dalam Islam?

Kepercayaan atau anggapan bahwa seseorang yang telah pergi melayat diwajibkan mencuci muka atau mandi adalah kepercayaan atau anggapan yang tidak berdasar. Dalam Islam, tidak ada kewajiban mencuci muka atau mandi setelah pergi melayat orang yang meninggal.

Yang ada hanya anjuran mandi untuk orang yang telah memandikan jenazah, dan anjuran wudhu untuk orang yang memikul jenazah ke kuburan. Jika seseorang hanya melayat biasa, tanpa ikut memandikan dan memikul jenazah, maka tidak ada anjuran apa-apa baginya, baik mencuci muka, wudhu atau mandi.

Menurut Imam Al-Bujairimi, manfaat mandi setelah memandikan jenazah dan manfaat wudhu setelah memikul jenazah adalah agar kekuatan dan kesegaran tubuh kembali lagi. Biasanya ketika seseorang bersentuhan dengan tubuh jenazah, maka tubuhnya akan melemah karena dia bersentuhan dengan tubuh yang tidak memiliki ruh. Karena itu, untuk mengembalikan kekuatan tubuh ini, dia dianjurkan untuk mandi dan wudhu.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Thahawi dalam kitab Hasyiatut Thahawi ‘ala Maraqi Al-Falah berikut;

وأما الحكمة من ذلك فلعلها ما جاء في حاشية البجيرمي على الخطيب وهو  من كتب الشافعية قال: وأصل طلبه -أي الغسل من غسل الميت- إزالة ضَعْفِ بدن  الغاسل بمخالطة جسد خالٍ عن الروح. ا.هـ وأما الوضوء من حمل الجنازة فهو  كذلك مستحب ولا يجب، قال الطحاوي رحمه الله تعالى: قيل الحكمة في ذلك أن  مباشر الميت يحصل له فتور، والوضوء والغسل ينشطه

Artinya:

Adapun hikmah dianjurkan mandi setelah memandikan jenazah adalah mungkin sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiah Al-Bujairimi ala Al-Khatib, ini merupakan bagian kitab-kitab ulama Syafiiyah, Imam Al-Bujairimi bekata; Dasar anjuran mandi setelah memandikan jenazah adalah menghilangkan kelemahan tubuh orang memandikan disebabkan bersentuhan dengan tubuh yang tanpa ruh.

Adapun wudhu setelah membawa jenazah juga sunnah, bukan wajib. Imam Al-Thahawi berkata; Dikatakan bahwa hikmah dianjurkan wudhu adalah karena bersentuhan dengan mayit menyebabkan tubuh lemah, dan wudhu dan mandi dapat menyegarkan kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here