Memberikan Hewan Kurban pada Yayasan Sosial

0
212

BincangSyariah.Com- Lazimnya saat ini sebagian kaum Muslim ketika hendak berkurban, mereka menyerahkan hewan kurban tersebut kepada orang lain, panitia kurban atau yayasan sosial tertentu. Bahkan sebagian orang menyerahkan semua prosesnya kepada panitia kurban atau yayasan sosial tersebut, mulai dari pembelian hewan kurban, penyembelihan dan distrbusi daging hewan kurban.

Dalam fiqih, hal tersebut disebut dengan praktik wakalah atau perwakilan. Islam membolehkan praktik wakalah dalam masalah ibadah, misalnya haji dan zakat, dan dalam masalah muamalah seperti jual beli.

Para ulama telah sepakat tentang kebolehan praktik wakalah. Hal ini karena wakalah sangat dibutuhkan dalam rangka meringankan keperluan satu sama lain. Dalam kitab Almughni, Ibnu Qudamah mengatakan;

وَأَجْمَعَتْ الْأُمَّةُ عَلَى جَوَازِ الْوَكَالَةِ فِي الْجُمْلَةِ وَلِأَنَّ الْحَاجَةَ دَاعِيَةٌ إلَى ذَلِكَ ؛ فَإِنَّهُ لَا يُمْكِنُ كُلَّ وَاحِدٍ فِعْلُ مَا يَحْتَاجُ إلَيْهِ، فَدَعَتْ الْحَاجَةُ إلَيْهَا

“Para ulama umat ini telah sepakat atas kebolehan wakalah secara umum karena keperluan menuntut adanya wakalah. Setiap orang tidak mungkin menangani segala keperluannya sendiri sehingga ia memerlukan perwakilan untuk hajatnya.”

Praktik wakalah dalam ibadah kurban pernah dilakukan oleh Nabi Saw. Beliau pernah menyerahkan penyembelihan hewan unta dan pembagiannya kepada Sayidina Ali. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Sayidina Ali, dia berkata;

 أَمَرَنِي اَلنَّبِيُّ – صلى الله عليه وسلم – أَنَّ أَقْوَمَ عَلَى بُدْنِهِ, وَأَنْ أُقَسِّمَ لُحُومَهَا وَجُلُودَهَا وَجِلَالَهَا عَلَى اَلْمَسَاكِينِ, وَلَا أُعْطِيَ فِي جِزَارَتِهَا مِنْهَا شَيْئاً

“Nabi Saw. memerintahkan padaku untuk mengurus unta milik beliau, lalu beliau memerintahkan untuk membagi semua daging kurban, kulit dan jilalnya (kulit yang ditaruh di punggung unta untuk melindungi diri dari dingin) untuk orang-orang miskin. Dan aku tidak boleh memberikan bagian apa pun dari hasil kurban kepada tukang jagal (sebagai upah).”

Baca Juga :  Lima Faedah Puasa Syawal

Hadis ini memberi penjelasan tentang kebolehan mewakilkan dan menyerahkan pengurusan dan pembagian daging hewan kurban kepada orang lain, panitia kurban atau yayasan sosial tertentu. Namun demikian, ketika hewan kurban tersebut disembelih, sohibul kurban dianjurkan hadir untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurbannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here