Membaca Surah Yasin pada Malam Nisfu Sya’ban

1
11770

BincangSyariah.Com – Membaca surah Yasin atau membaca keseluruhan isi Alquran, dengan niat memperoleh kebaikan dunia dan akhirat, adalah amal yang dianjurkan. Sayid Muhammad al-Maliki menyebutkan, seseorang yang membaca surah Yasin atau surah lain dari Alquran karena Allah dan disertai dengan niat mencari keberkahan umur, keberkahan harta, keberkahan kesehatan, maka tidak ada dosa baginya. Justru ia telah menempuh jalan kebaikan dalam rangka memenuhi hajatnya tersebut.

Kita tidak dilarang menyelipkan permintaan dan hajat apa pun, baik dunia atau akhirat, dhahir atau batin, pada saat beribadah kepada Allah. Hal ini karena Allah senang kepada seorang hamba yang banyak bermohon kepada-Nya dalam hal apa pun, bahkan hingga garam makanan dan tali sandal yang putus sekalipun.

Dalam rangka menghidupkan malam Nisfu Sya’ban, kaum muslim khususnya di Nusantara berkumpul di masjid-masjid atau surau-surau untuk berzikir dan membaca Yasin sebanyak tiga kali secara berjamaah. Pada setiap bacaan Yasin, terdapat permohonan berbeda yang dipanjatkan kepada Allah.

Pada bacaan Yasin pertama, memohon panjang umur serta mendapat taufik untuk menjalankan ketaatan. Bacaan Yasin kedua, memohon perlindungan diri dari mara bahaya, penyakit-penyakit dan niat melapangkan rezki. Sedangkan ketiga untuk meraih kekayaan hati dan khusnul khatimah.

Semua rangkaian bacaan ini dengan segala permohonan yang dipanjatkan termasuk amal perbuatan yang dianjurkan dan disyariatkan. Karena hal ini termasuk dalam tawassul dengan amal shalih dan Alquran untuk mendapatkan hajat tertentu. Dan semua ulama sepakat tentang kebolehan bertawassul dengan amal shalih dan Alquran untuk keperluan dan hajat tertentu.

Dalam kitab Al-Mafahim Yajibu An Tushahhah, Sayid Muhammad al-Maliki menegaskan kebolehan tawassul ini melalui dengan mengatakan, “Tiada seorang pun dari umat islam yang mempermasalahkan disyariatkannya tawassul kepada Allah dengan amal saleh. Maka siapa saja yang berpuasa, shalat atau membaca Alquran dan bersedekah, maka sesungguhnya ia telah melakukan tawassul dengan shalatnya, puasanya, bacaannya dan sedekahnya. Bahkan hal demikian lebih diharapkan untuk diterima oleh Allah dan lebih cepat untuk memperoleh apa yang ia inginkan.”

Baca Juga :  Hukum Melaksanakan Shalat Sunah Rawatib Secara Berjemaah

Dalil kebolehan ber-tawassul dengan amal shalih dan Alquran, termasuk dengan surah Yasin yang dibaca tiga kali pada malam Nisfu Sya’ban, adalah hadis shahih riwayat al-Imam al-Bukhari dan Muslim. Hadis tersebut menceritakan tiga orang yang terjebak di dalam gua.

Salah satu orang ber-tawassul dengan perbuatan baik kepada orang tuanya, yang kedua bertwassul dengan menjauhi perbuatan buruk, dan yang ketiga bertwassul dengan amanahnya dengan menjaga harta orang lain dan menyerahkan dengan sempurna. Kemudian Allah mengabulkan do’a mereka sehingga mereka terbebaskan dari gua tersebut.

Inilah bentuk tawassul dengan amal shalih yang dikisahkan oleh Nabi Saw. Para ulama salaf telah banyak membahas tentang tawassul ini dan mereka sepakat tentang kebolehannya. Bahkan Ibnu Taimiyah telah membahas dengan baik dan panjang tentang dalil-dalil kebolehan tawassul ini dalam kitabnya Qaidah Jalilah Fi al-Tawassul wa al-Wasilah.”

1 KOMENTAR

  1. Assalamu’alaikum … Afwan..Apakah ada dalil atau hadits yang meriwayatkan rasulullah shallallahu’alaihi wassalam membaca surah yaasiin.., kalau ada , tolong cantumkan…agar saya bisa mendapatkan pencerahan yang karena saya takut..jadi berdampak syubhat.. jazakallah khair..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here