Hukum Memakai Sajadah Bergambar Saat Shalat

0
62

BincangSyariah.Com – Saat ini, alas yang dijadikan tempat untuk shalat biasanya disebut dengan sajadah. Umumnya sekarang banyak dijumpai sajadah yang memiliki motif warna dan gambar yang beranega ragam. Ada yang bergambar Ka’bah, bangunan masjid dan lain sebagainya. Bagaimana hukum memakai sajadah bergambar saat shalat? (Baca: Bolehkah Memakai Pakaian Bergambar Ketika Salat?)

Memakai sajadah bergambar hukumnya sama dengan memakai pakaian bergambar saat shalat. Menurut para ulama Malikiyah dan Syafiiyah, jika sajadah dan pakaian bergambar atau bermotif mengganggu terhadap kekhusyukan shalat, maka hukumnya menjadi makruh. Namun jika tidak mengganggu karena sudah dianggap biasa dan lumrah, maka hukumnya boleh dan tidak makruh.

Memakai sajadah dan pakaian bergambar ketika shalat dihukumi makruh jika gambar dan motif pakaian tersebut mengganggu konsentrasi saat shalat, baik mengganggu konsentrasi diri sendiri atau orang lain.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Al-Fiqh ‘ala Madzahibil Arba’ah berikut;

و منها ان يكون بين يديه ما يشغله من صورة حيوان او غيرها فاذا لن يشغله لا تكره الصلاة اليها و هذا عند المالكية و الشافعية

Bagian dari kemakruhan salat adalah jika di depan mushalli (orang yang shalat) terdapat sesuatu yang menyibukkan dirinya (sehingga tidak konsentrasi), baik berupa gambar, hewan atau lainnya. Jika tidak menyibukkan dirinya, maka shalat dengan menghadap pada gambar atau lainnya tidak dimakruhkan. Ini menurut ulama Malikiyah dan Syafiiyah.

Terdapat beberapa hadis yang dijadikan dasar kemakruhan memakai sajadah dan pakaian bergambar saat shalat jika mengganggu kekhusyukan shalat. Di antaranya adalah hadis riwayat Imam Bukhari dari Sayidah Aisyah, dia berkata;

أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي خَمِيْصَةٍ لَهَا أَعْلاَمٌ فَنَظَرَ إِلَى أَعْلاَمِهَا نَظْرَةً فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ : اذْهَبُوا بِخَمِيصَتِي هَذِهِ إِلَى أَبِي جَهْمٍ وَأْتُونِي بِأَنْبِجَانِيَّةِ أَبِي جَهْمٍ، فَإِنَّهَا أَلْهَتْنِي آنِفًا عَنْ صَلاَتِي

Baca Juga :  Batasan Aurat Banci dalam Shalat

Nabi Saw pernah shalat dengan pakaian khamishah yang bercorak. Dalam shalatnya beliau memandang sekilas corak pakaian tersebut. Setelah selesai shalat, beliaupun berkata; Serahkan khamishah ini kepada Abu Jahm, dan ambilkan untukku pakaian ambijaniyah hadiah dari Abu Jahm. Karena, pakaian khamishah tadi melalaikan khusyuk shalatku.

Juga hadis riwayat Imam Bukhari dari Anas bin Malik, dia berkata;

كَانَ قِرَامٌ لِعَائِشَةَ سَتَرَتْ بِهِ جَانِبَ بَيْتِهَا فَقَالَ النَّبِيُ صلى الله عليه وسلم ;أَمِيطِي عَنَّا قِرَامَكِ هَذَا فَإِنَّهُ لاَ تَزَالُ تَصَاوِيرُهُ تَعْرِضُ فِي صَلاَتِي

Sayidah Aisyah mempunyai gorden yang dipasang di dinding rumahnya. Kemudian Nabi Saw berkata kepada Aisyah; Singkirkanlah gorden itu dari kita, karena lukisannya senantiasa membayangi dalam shalatku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here