Memahami Fardhu-Fardhu Wudhu

1
22036

BincangSyariah.Com – Wudhu adalah mengalirkan air dengan cara membasuh atau mengusap pada anggota tubuh tertentu dengan tujuan untuk menghilangkan hadas kecil sebagai salah satu syarat sahnya shalat, membaca Al-Quran, dan ibadah lainnya yang mewajibkan suci dari hadas kecil.

Dalam kitab Fathu al-qarib disebutkan ada enam fardhu wudhu yang harus dilakukan dari awal sampai akhir secara runut dan benar agar wudhu kita sah.

Fardhu wudhu yang pertama niat. Niat adalah menyengaja sesuatu bersamaan dengan melakukannya. Karena itu niat harus dilakukan saat membasuh di awal bagian dari wajah. Maksudnya bersamaan dengan awal basuhan bagian tersebut, bukan sebelum atau setelahnya.

Mushthafa Dib al-Bugha  dalam At-Tahdzib Fi Adillati Matn Al-Ghayah Wa At-Taqrib menjelaskan niat termasuk fardhu wudhu yang pertama berdasarkan hadis Nabi Saw. yang mengatakan bahwa segala sesuatu itu harus dengan niat. Yang artinya sesuatu yang anda lakukan tersebut tidak termasuk ibadah kecuali jika anda meniatkannya demikian.

Kedua, membasuh seluruh wajah. Batasan panjang wajah adalah tempat tumbuh rambut kepala dan pangkal dua rahang yaitu dua tulang tempat tumbuhnya gigi bawah. Ujungnya bertemu di janggut dan pangkalnya berada di telinga. Sedangkan batas lebar wajah adalah di antara kedua telinga.

Ketika di wajah terdapat bulu yang tipis atau lebat, maka wajib mengalirkan air pada bulu tersebut beserta kulit yang berada di baliknya/di bawahnya. Namun untuk jenggot laki-laki yang lebat, dengan gambaran orang yang diajak bicara tidak bisa melihat kulit yang berada di balik sela-sela jenggot tersebut, maka cukup dengan membasuh bagian luarnya saja. Sedangkan jenggot yang tipis, wajib mengalirkan air hingga ke bagian kulit. Berbeda lagi dengan jenggot perempuan dan khuntsa(banci), maka wajib mengalirkan air ke bagian kulit yang berada di balik jenggot keduanya, walaupun jenggotnya lebat.

Baca Juga :  Hukum Minum dan Makan Sambil Berdiri

Ketiga adalah membasuh kedua tangan hingga kedua siku. Jika seseorang tidak memiliki kedua siku, maka yang dipertimbangkan adalah perkiraannya saja. dan wajib membasuh perkara-perkara yang berada di kedua tangan, seperti kutil, jari tambahan, juga menghilangkan kotoran yang berada di bawah kuku yang bisa mencegah masuknya air.

Keempat adalah mengusap sebagian kepala atau sebagian rambut yang masih berada di batas kepala. Tidak harus menggunakan tangan untuk mengusap kepala, bahkan bisa dengan kain atau yang lainnya. Seandainya dia membasuh kepala sebagai ganti dari mengusapnya, maka diperkenankan. Dan seandainya dia meletakkan (di atas kepala) tangannya yang telah di basahi dan tidak mengerakkannya, itu juga diperbolehkan.

Kelima adalah membasuh kedua kaki hingga kedua mata kaki dan wajib membasuh perkara-perkara yang berada di kedua kaki, yaitu bulu, daging tambahan, jari tambahan dan lain-lain

Keenam adalah tertib di dalam pelaksanaan wudhu sesuai dengan cara yang telah dicontohkan Rasulullah Saw. Jika lupa tidak tertib, maka wudhu yang dilaksanakan harus diulang kembali.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here