Melihat Najis di Pakaian Setelah Shalat, Apakah Harus Diulangi?

0
1578

BincangSyariah.Com – Kadang setelah selesai melaksanakan shalat, kita melihat najis yang menempel di pakaian atau tubuh kita. Najis ini sebelumnya tidak kita ketahui. Atau kita melihat najis yang menempel di pakaian orang lain setelah ia selesai melaksanakan shalat. Dalam kondisi demikian, apakah shalat yang telah kita lakukan tersebut tidak sah sehingga harus diulangi lagi?

Ketika kita melihat najis menempel pada pakain atau tubuh kita setelah selesai melaksanakan shalat, maka para ulama berbeda pendapat terkait keabsahan dan kewajiban mengulangi shalat tersebut. Setidaknya ada dua pendapat dalam masalah ini sebagaimana berikut;

Pertama, shalat tersebut batal, tidak sah. Karena itu, shalat tersebut wajib diulangi lagi. Pendapat ini disampaikan oleh Abu Qilabah dan Imam Ahmad dan ini merupakan pendapat yang paling shahih dalam mazhab Syafi’i.

Kedua, tidak wajib diulangi. Ini merupakan pendapat kebanyakan ulama seperti Ibnu al-Munzir, Ibnu ‘Umar, Thawus, Atha’, Salim bin Abdillah, Mujahid, Sya’bi, Nakha’i, Imam Zuhri, Yahya al-Anshari, Auzai, Ishaq dan Abu Tsaur.

Hal ini sebagaiman telah dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarh Muhazzab berikut;

فِي مَذَاهِبِ الْعُلَمَاءِ فِيمَنْ صَلَّى بِنَجَاسَةٍ نَسِيَهَا أَوْ جَهِلَهَا: ذَكَرْنَا أَنَّ الْأَصَحَّ فِي مَذْهَبِنَا وُجُوبُ الْإِعَادَةِ وَبِهِ قَالَ أَبُو قِلَابَةَ وَأَحْمَدُ وَقَالَ جُمْهُورُ الْعُلَمَاءِ لَا إعَادَةَ عَلَيْهِ حَكَاهُ ابْنُ الْمُنْذِرِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ وَابْنِ الْمُسَيِّبِ وَطَاوُسٍ وَعَطَاءٍ وَسَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ وَمُجَاهِدٍ وَالشُّعَبِيِّ وَالنَّخَعِيِّ وَالزُّهْرِيِّ وَيَحْيَى الْأَنْصَارِيِّ وَالْأَوْزَاعِيِّ واسحق وأبو ثَوْرٍ قَالَ ابْنُ الْمُنْذِرِ وَبِهِ أَقُولُ وَهُوَ مَذْهَبُ رَبِيعَةَ وَمَالِكٍ وَهُوَ قَوِيٌّ فِي الدَّلِيلِ وهو المختار

“Pendapat ulama terkait orang yang shalat dengan adanya najis yang terlupa atau tidak diketahui. Kami telah menyebutkan bahwa pendapat yang paling shahih dalam mazhab kami (Syafi’iyah) adalah bahwa orang tersebut wajib mengulangi shalatnya. Ini adalah pendapat Abu Qilabah dan Imam Ahmad.

Sedangkan menurut pendapat kebanyakan ulama yang diceritakan oleh Ibnu Munzir dari Ibnu Umar, Ibnu Musayyib, Thawus, Atha’, Salim bin Abdillah, Mujahid, Sya’bi, Imam Zuhri, Yahya al-Anshari, Auza’i, Ishaq dan Abu Tsaur adalah tidak wajib mengulangi shalatnya. Ini juga merupakan Ibnu Munzir, mazhabnya Robi’ah dan Malik. Pendapat ini kuat dalam dalilnya dan ini adalah pendapat terpilih.”

Baca Juga :  Mengapa Kita Berdoa, Tapi Allah Tidak Selalu Langsung Memberi?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here