Hukum Melaksanakan Shalat Sunnah Sambil Tiduran

0
933

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa dalam shalat sunnah, kita diperbolehkan melakukannya sambil duduk, meskipun kita mampu berdiri. Dalam shalat sunnah, kita tidak wajib berdiri, melainkan boleh duduk. Namun bagaimana dengan shalat sunnah sambil tiduran, apakah boleh? (Baca: Ini Alasan Shalat Sunnah Boleh Dilaksanakan Sambil Duduk)

Menurut para ulama, melaksanakan shalat sunnah sambil tiduran, asalkan tidur miring atau idhtija’, hukumnya diperbolehkan, meskipun masih mampu berdiri dan duduk. Adapun jika shalat sunnah sambil tidur telentang, maka hukumnya tidak boleh dan tidak sah jika masih mampu tidur miring.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Zainudin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in berikut;

فيجوز له أن يصلي النفل قاعدا ومضطجعا مع القدرة على القيام أو القعود، ويلزم المضطجع القعود للركوع والسجودأما مستلقيا فلا يصح مع إمكان الاضطجاع

Shalat sunnah sambil duduk dan tidur miring dibolehkan walaupun mampu berdiri dan duduk. Akan tetapi, bagi orang yang berbaring diharuskan duduk ketika rukuk dan sujud. Adapun jika berbaring atau tidur telentang, maka tidak sah jika masih bisa tidur miring.

Kebolehan shalat sunnah dengan tidur miring ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Nabi Saw bersabda;

من صلى قائماً فهو أفضل، ومن صلّى قاعداً فله نصف أجر القائم، ومن صلى نائماً فله نصف أجر القاعد

Orang yang shalat sambil berdiri, maka itu lebih baik. Orang yang shalat sambil duduk mendapat pahala separuh dari yang berdiri. Orang yang shalat sambil tidur mendapat pahala separuh dari yang duduk.

Adapun tata cara melaksanakan shalat sunnah sambil tiduran adalah sebagai berikut;

Pertama, tidur miring ke arah kanan dan menghadapkan wajah dan bagian tubuh atas ke arah kiblat.

Baca Juga :  Tata Cara Shalat Sunnah Mutlak pada Malam Jumat

Kedua, bertakbir dan bersedekap seperti shalat dalam keadaan berdiri.

Ketiga, ketika hendak rukuk, maka harus duduk dan kemudian rukuk dengan menundukkan kepala sedikit.

Keempat, ketika hendak sujud, maka harus duduk dan kemudian sujud dengan menundukkan kepala lebih ke bawah dibanding rukuk.

Kelima, tasyahud sambil duduk, dan kemudian salam ke kanan dan ke kiri sebagaimana shalat pada umumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here