Manfaat Wudhu untuk Kesehatan

0
1767

BincangSyariah.Com – Sebagai Muslim, tentu kita tidak asing lagi dengan yang namanya wudhu. Wudhu merupakan kegiatan bersuci atu menyucikan diri dari hadas kecil dengan cara membasuh anggota tubuh tertentu yaitu wajah, tangan sampai siku, sebagian dari kepala dan kaki dengan air yang suci yang disertai dengan niat. Hal ini sebagaimana termaktub dalam kitab suci-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.(QS: al-Maidah; 6)

Pada ayat di atas, orang beriman diperintahkan berwudhu setiap akan melaksanakan shalat, baik shalat wajib maupun sunah agar mereka menghadap Allah Swt dalam keadaan bersih dan suci. Selain itu, ayat di atas juga mengajarkan tata cara bersuci dengan benar.

Jalaluddin al-Mahalli menjelaskan bahwa Allah Swt hendak membersihkan kalian daam ayat di atas maksudnya adalah bersih dari hadas kecil maupun besar dan bersih dari dosa, sebab manusia sebagai makhluk yang lemah tidak terlepas dari kesalahan dan dosa. Menurutnya, hal ini berdasarkan hadis sahih yang besuber dari sahabat Abu Hurairah dalam kitab Sahih Muslim.

Baca Juga :  Hukum Membangunkan Orang di Waktu Salat Tiba

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ أَوْ الْمُؤْمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنْ الذُّنُوبِ

“Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang muslim atau mukmin berwudlu, lalu membasuh wajahnya, maka keluar dari wajahnya segala kesalahan yang dia lihat dengan kedua matanya bersama turunnya air wudlu, atau bersama akhir dari tetesan air. Apabila dia membasuh kedua tangannya, maka keluar dari kedua tangannya semua kesalahan yang dilakukan oleh kedua tangannya bersama dengan turunnya air, atau akhir dari tetesan air hingga dia keluar dalam keadaan bersih dari dosa.”

Dalam ayat lain dianjurkan berwudhu tidak hanya akan melaksanakan shalat saja akan tetapi dalam perbuatan baik lainnya, seperti berdzikir, tawaf, berdoa dan juga membaca al-Quran (bukan memegang al-Quran). Hal ini dijelaskan dalam firman Allah:

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

tidak ada yang menyentuhnya (al-Quran) selain hamba-hamba yang disucikan (QS al-Waqi’ah; 79).

Menurut para mufasir seprti Ibn Kasir, al-Qurtubi dan juga Jalaluddin al-Mahalli dalam Tafsirnya, maksud yang disucikan tersebut adalah orang-orang yang berwudhu, maka makna tersiratnya mengajarkan untuk selalu hidup bersih dan sehat, karena pada hakikatnya manusia tidak terlepas dari kotoran yang menyebabkan penyakit, sehingga dianjurkan selalu berwudhu.

Bisa kita pahami bahwa hadis ini mengungkap kelebihan orang yang selalu menjaga wudhu, yang mana orang tersebut diampuni dosa yang telah ia perbuat, dosanya lepas karena basuhan air wudhu tersebut, karena setiap basuhan mulai dari wajah, tangan, kepala dan kaki mempunyai makna-makna tertentu, yaitu mata yang melihat hal-hal yang kurang baik, hidung mencium bau tidak sedap, tangan berbuat hal tidak baik dan kaki berjalan ketempat yang buruk.

Baca Juga :  Pengertian dan Anjuran I’tikaf

Karena itu, filosofi wudhu mengajarkan kita bahwa anggota badan yang dibasuh tersebut mengisyaratkan bahwa kita harus selalu bersih, apalagi dalam sebuah hadis lain yang diceritakan Abu Hurairah dari Nabi menyatakan bahwa “pada hari kiamat bekas basuhan wudhu akan putih bersinar” (Imam Muslim dalam kitab sahihnya). Termasuk kelebihan dalam menjaga wudhu badan terasa segar dan sehat, apalagi pada waktu pagi setelah bangun tidur orang-orang yang melakukan hal ini pasti merasakan sehatnya badan.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mokhtar Salem dalam bukunya yang berjudul Prayers A Sport For The Body And Soul menjelaskan bahwa wudhu bisa mencegah penyakit kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menimpel dan menyerap. Apabila dibersihkan dengan air yakni berwudhu maka bahan kimia tersebut akan larut. Itulah kelebihan-kelebiahan berwudhu yang telah ditemukan oleh peneliti. Wallah a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here