Manfaat Mandi Besar Setelah Memandikan Jenazah

0
1106

BincangSyariah.Com – Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa di antara perkara yang menyebabkan seseorang dianjurkan mandi besar adalah memandikan jenazah. Ketika seseorang memandikan jenazah, maka dianjurkan baginya untuk mandi besar, sebagaimana mandi besar untuk menghilangkan hadas besar. (Baca: Niat Memandikan Jenazah)

Terdapat beberapa hadis yang dijadikan dasar oleh pera ulama terkait anjuran mandi besar setelah memandikan jenazah ini. Di antaranya adalah hadis riwayat Imam Ahmad, bahwa Nabi Saw bersabda;

من غسل ميتاً فليغتسل

Barangsiapa yang memandikan jenazah, maka hendaknya ia mandi.

Juga berdasarkan hadis riwayat Imam Abu Daud dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

من غسل ميتًا فليغتسل ومن حمله فليتوضأ

Barangsiapa memandikan jenazah, maka hendaknya ia mandi. Dan barangsiapa membawanya, maka hendaknya ia berwudhu.

Menurut Imam Al-Bujairimi, manfaat mandi besar setelah memandikan jenazah adalah agar kekuatan dan kesegaran tubuh kembali lagi. Biasanya ketika seseorang bersentuhan dengan tubuh jenazah, maka tubuhnya akan melemah karena dia bersetubuhan dengan tubuh yang tidak memiliki ruh. Karena itu, untuk mengembalikan kekuatan tubuh ini, dia dianjurkan untuk mandi besar.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Thahawi dalam kitab Hasyiatut Thahawi ala Maraqi Al-Falah berikut;

وأما الحكمة من ذلك فلعلها ما جاء في حاشية البجيرمي على الخطيب وهو  من كتب الشافعية قال: وأصل طلبه -أي الغسل من غسل الميت- إزالة ضَعْفِ بدن  الغاسل بمخالطة جسد خالٍ عن الروح. ا.هـ وأما الوضوء من حمل الجنازة فهو  كذلك مستحب ولا يجب، قال الطحاوي رحمه الله تعالى: قيل الحكمة في ذلك أن  مباشر الميت يحصل له فتور، والوضوء والغسل ينشطه

Adapun hikmah dianjurkan mandi setelah memandikan jenazah adalah mungkin sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiah Al-Bujairimi ala Al-Khatib, ini merupakan bagian kitab-kitab ulama Syafiiyah, Imam Al-Bujairimi bekata; ‘Dasar anjuran mandi setelah memandikan jenazah adalah menghilangkan kelemahan tubuh orang memandikan disebabkan bersentuhan dengan tubuh yang tanpa ruh.

Adapun wudhu setelah membawa jenazah juga sunnah, bukan wajib. Imam Al-Thahawi berkata; Dikatakan bahwa hikmah dianjurkan wudhu adalah karena bersentuhan dengan mayit menyebabkan tubuh lemah, dan wudhu dan mandi dapat menyegarkan kembali.

Baca Juga :  Bolehkah Membakar Korban Bencana yang Sudah Membusuk?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here