Manfaat Mengisap Air ke Hidung Ketika Berwudhu

0
1818

BincangSyariah.Com – Istinsyaq merupakan satu poin dalam wudhu yang pengertiannya sudah banyak diberikan oleh beberapa ulama ternama dalam Islam. Salah satu pengertian yang disebutkan dalam kitab Al Mughni karya Ibnu Qudamah Al Maqdisy adalah istinsyaq itu mengisap air dengan hirupan nafas masuk ke pangkal hidung.

Istinsyaq bukanlah satu rukun dari beberapa rukun dalam wudhu, sebab istinsyaq menurut pendapat Imam Malik, Imam Syafi’i dan Abu Hanifah adalah sunnah hukmnya. Adapun landasanny adalah berdasarkan hadis Rasulullah dari Abu Hurairah:

«إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْعَلْ فِي أَنْفِهِ مَاءً، ثُمَّ لْيَنْثُرْ، وَمَنِ اسْتَجْمَرَ فَلْيُوتِرْ»

Barangsiapa diantara kalian berwudhu, maka hendaklah ia masukan air ke dalam hidungnya (Istinsyaq), lalu ia keluarkan (Istintsar), barangsiapa yang beristijmar, maka ganjilkanlah” (HR Bukhori Muslim) (Kesunahan Membaca Shalawat Sebelum Wudhu)

Pensyariatan instinsyaq yang demikian tentu memiliki makna yang tersirat di dalamnya, salah satunya adalah dalam dunia kesehatan. Terbukti dalam pemaparan Achmad Sunarto dalam buku Terapi penyakit dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Di dalamnya ia mengungkapkan bahwa  para peneliti dari fakultas kedokteran Iskandaria dan beberapa pakar kesehatan dan pengobatan melakukan riset untuk mengetahui sejauh mana pengaruh wudu terhadap kesehatan.

Setelah melakukan penelitian beberapa lama, mereka menemukan bahwa orang-orang non-Muslim yang tidak biasa melakukan wudu kebanyakan hidung bagian dalamnya berwarna kusam dan kotor. Kemudian ditemukan bahwa lubang hidungnya terlihat hitam dan bulu hidungnya rapuh serta mudah rontok.

Di sisi lain, Abdul Syukur dalam Faedah Shalat Bagi Kesehatan Jasmani, Ruhani, Dan masyarakat menyebutkan bahwa orang-orang Muslim yang biasa melakukan wudu memiliki hidung bagian dalam yang bersih. Warna hidung bagian dalam terlihat cerah dengan bulu-bulu hidung yang sehat. Riset tersebut membuktikan, untuk perawatan kebersihan dan kesehatan hidung sangat efektif dengan istinsyaq melalui wudu yang dilakukan secara periodik. Karena beberapa jam setelah dibersihkan, lubang hidung tersumbat kembali menjadi kotor.

Baca Juga :  Doa dari Rasulullah Saw. Ketika Susah Tidur

Adapun tinjauan kesehatan dari pensyari’atan istinsyaq adalah, untuk kesehatan jasmani di antaranya membersihkan jalan masuknya udara yang kita hirup. Udara yang mengandung oksigen dibawa sampai ke aveoli dan menyatu dengan darah, selanjutnya didistribusikan ke seluruh sel tubuh sebagai bahan oksidasi. Udara yang sedemikian vital bagi kelangsungan hidup manusia, apabila kualitas udara tersebut buruk, maka tentu akan sangat menggangu kesehatan tubuh.

Oleh karena itu, istinsyaq adalaha salah satu upaya yang dapat membersihkan rongga hidung dari kotoran yang telah mengendap. Hal ini apabila dilakukan pada setiap kali berwudu, tentu akan memberi kontribusi kesehatan rongga hidung yang signifikan. Ketika istinsyaq, sebagian lendir akan terangsang keluar bersamaan dengan air istintsarnya. Hal ini karena ada stimulasi terhadap sejumlah kelenjar lendir yang ada di dalam rongga hidung, bahkan rongga mulut, telinga dan mata. Dan tentu saja lendir yang keluar diharapkan lapisan lendir yang kotor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here