Mandi-Mandi Sunah saat Ibadah Haji

1
821

BincangSyariah.Com – Ibadah haji memiliki tatacara tertentu yang harus diketahui oleh setiap orang yang hendak ingin melaksanakannya. Sebagaimana ibadah yang lain, ibadah haji memiliki syarat dan rukun yang harus dipenuhi agar ibadah haji tersebut sah, juga memiliki perkara-perkara sunah yang dianjurkan untuk dilakukan agar ibadah haji tersebut lebih sempurna.

Di antara perkara sunah yang dianjurkan ketika melaksanakan ibadah haji adalah mandi. Disebutkan dalam kitab Alfiqhul Manhaji, bahwa ada lima rangkaian ibadah haji yang disunahkan mandi terlebih dahulu, sebagaimana berikut;

Pertama, ketika hendak melaksanakan ihram, baik ihram haji atau umrah. Setiap orang yang hendak melaksanakan ihram, baik laki-laki, perempuan, perempuan yang sedang haid atau nifas, disunahkan mandi. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Zaid bin Tsabit Alanshari;

انه راى النبي صل الله عليه وسلم تجرد لاهلاله واغتسل

“Zaid bin Tsabit melihat Nabi Saw. melepas bajunya untuk membaca talbiyah saat ihram dan beliau mandi.”

Kedua, ketika hendak memasuki kota Mekkah. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dikisahkan;

ان ابن عمر كان لا يقدم مكة الا بات بذي طوى حتى يصبح ويغتسل ثم يدخل مكة نهارا وكان يذكر عن النبي صلى الله عليه وسلم انه فعله

“Bahwa Ibnu Umar tidak memasuki kota Mekkah kecuali beliau bermalam terlebih dulu di Dzi Thuwa sampai pagi hari, kemudian beliau mandi dan memasuki pada siang harinya. Beliau menyebutkan bahwa Nabi Saw. melakukan hal yang sama.”

Ketiga, ketika hendak wukuf di Arafah setelah matahari zawal atau condong ke arah barat. Ulama mazhab, baik Maliki, Hanafi, Syafii, dan Hambali sepakat terkait anjuran mandi terlebih dulu ketika hendak wakuf di Arafah. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Malik dalam kitab Almuwattha’ dari Imam Nafi’;

Baca Juga :  Sempat Rukuk Bersama Imam, Terhitung Makmum Masbuk atau Tidak?

ان عبد الله بن عمر كان يغتسل لاحرامه قبل ان يحرم ولدخوله مكة ولوقوفه عشية عرفة

“Sesungguhnya Abdullah bin Umar mandi terlebih dulu sebelum ihram, sebelum masuk kota Mekkah, dan ketika untuk wukuf pada saat sore di hari Arafah.”

Keempat, ketika melempar jumrah pada hari-hari tasyriq setelah matahari zawal atau condong ke arah barat. Disunahkan mandi ketika hendak melempar jumrah karena akan berkumpul dengan saudara-saudara yang lain, sebagaimana disunahkan mandi pada hari jumat karena hendak berkumpul bersama di masjid.

Kelima, ketika hendak masuk kota Madinah. Kota Madinah adalah tanah haram atau mulia sebagaimana kota Mekkah, sehingga ketika hendak memasuki kota Madinah disunahkan mandi dulu. Jika tidak memungkinkan, maka disunahkan mandi ketika hendak memasuki masjid nabawi.

Adapun tatacara mandi di atas, lebih utama jika mengikuti ketentuan dan tatacara sebagaimana mandi junub. Akan tetapi, mengguyur seluruh anggota tubuh dengan air saja sudah dinilai cukup.

 



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here