Mandi Junub dalam Keadaan Haid, Apakah Sah?

0
17

BincangSyariah.Com – Terdapat seorang perempuan yang bertanya mengenai hukum mandi junub dalam keadaan haid. Awalnya dia berhubungan badan dengan suaminya, namun sebelum mandi junub, dia haid. Jika dia mandi junub dalam keadaan haid tersebut, apakah hukumnya sah?

Menurut para ulama, mandi junub dalam keadaan haid hukumnya tidak sah. Oleh karena itu, jika ada seorang perempuan junub, kemudian datang haid sebelum mandi junub, atau junub dalam keadaan haid, maka dia tidak perlu mandi junub, melainkan dia cukup mandi wajib sekali saja setelah darah haidnya terputus. Ini disebabkan karena meskipun dia mandi junub dalam keadaan haid, dia tetap belum dihukumi suci sampai dia mandi wajib dari haidnya.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm berikut;

إذا أصابت المرأة جنابة ثم حاضت قبل أن تغتسل من الجنابة لم يكن عليها غسل الجنابة وهي حائض، لأنها إنما تغتسل فتطهر بالغسل وهي لا تطهر بالغسل من الجنابة وهي حائض، فإذا ذهب الحيض عنها أجزأها غسل واحد، وكذلك لو احتلمت وهي حائض أجزأها غسل واحد، لذلك كله ولم يكن عليها غسل، وإن كثر احتلامها حتى تطهر من الحيض فتغتسل غسلاً واحداً

Apabila seorang perempuan mengalami junub kemudian datang haid sebelum mandi junub, maka dia tidak wajib mandi junub dalam keadaan dia masih haid, karena dia mandi tujuannya adalah supaya suci, sedangkan perempuan yang sedang haid tidak akan suci dengan mandi karena junub. Maka apabila haid sudah pergi, maka cukup baginya mandi sekali. Demikian pula apabila mimpi basah sedangkan dia dalam keadaan haid, cukup baginya mandi sekali untuk semuanya, tidak wajib atasnya mandi meskipun banyak mimpi basah sampai dia suci dari haid, kemudian cukup baginya mandi sekali saja.

Menurut Imam Nawawi, mandi junub dalam keadaan haid tidak ada faidahnya karena tidak bisa menghilangkan hadas besar. Sehingga jika perempuan junub dalam keadaan haid, maka dia tidak perlu mandi junub. Dia cukup mandi wajib sekali saja setelah darah haidnya terputus. Dalam kitab al-Majmu’, beliau berkata sebagai berikut;

Baca Juga :  Puasa di Bulan Sya'ban, Dianjurkan atau Dilarang ?

إذا حاضت ثم أجتبت أو أجنبت ثم حاضت لم يصح غسلها عن الجنابة في حال الحيض لأنه لا فائدة فيه

Apabila perempuan haid kemudian junub atau junub kemudian haid, maka dia tidak sah mandi dari janabahnya karena tidak ada faidahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here