Mandi Besar Menggunakan Sabun dan Sampo, Wajibkah?

0
1732

BincangSyariah.Com – Secara umum, mandi merupakan salah satu sarana membersihkan badan yang dilakukan setiap hari. Dalam Islam, mandi atau yang lebih dikenal dengan al-ghusl/ al-ghasl sering diartikan sebagai mandi besar yang dilakukan untuk bersesuci dari hadats besar.

Pertanyaannya, apakah mandi besar menggunakan sabun atau sampo adalah sebuah kewajiban?

Dalam al-Wajiz fi Fiqh as-Sunnah karya Syeikh Abdul Adzim al-Badawi disebutkan dua rukun yang harus dipenuhi ketika mandi besar. Pertama, pada saat mandi besar, kita harus menyertakan niat menghilangkan hadats besar sebagaimana jika kita berwudhu berniat menghilangkan hadats kecil.

Kedua, membasahi seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan menggunakan air. Dalam hadis Nabi, ditemukan beberapa riwayat yang menjelaskan bagaimana Nabi saw mandi besar. Salah satunya diriwayatkan oleh Maimunah sebagaimana berikut:

وَضَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ مَاءً يَغْتَسِلُ بِهِ ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ ، فَغَسَلَهُمَا مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ ، فَغَسَلَ مَذَاكِيرَهُ ، ثُمَّ دَلَكَ يَدَهُ بِالأَرْضِ ، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ثُمَّ غَسَلَ رَأْسَهُ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى جَسَدِهِ ، ثُمَّ تَنَحَّى مِنْ مَقَامِهِ فَغَسَلَ قَدَمَيْهِ

“Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah saw. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari Muslim)

Baca Juga :  Begini Cara Nabi Mandi Janabah

Dalam hadis di atas, tidak disebutkan bahwa mandi besar Nabi saw dilakukan menggunakan sabun, shampoo maupun alat pembersih lainnya. Istri beliau, Maimunah ra hanya menceritakan bahwa Nabi saw menyirami anggota tubuhnya dari kepala hingga kaki dengan menggunakan air sebanyak dua atau tiga kali.

Mengenai hal tersebut, lembaga fatwa Saudi Lajnah Daimah Lil Ifta’ menjelaskan:

يجب الغسل من الجنابة بالماء ولا يجب فيه استعمال المنظفات كالصابون ونحوه وهذا هو الذي دلت عليه سنة النبي. وإن استعمل الصابون أو نحوه، من المنظفات فلا بأس

“Yang wajib dilakukan ketika mandi besar adalah menggunakan air, dan tidak wajib menggunakan alat pembersih seperti sabun atau semacamnya. Demikian seperti yang dijelaskan dalam sunnah Nabi saw. jikapun ada seseorang yang menggunakan sabun atau alat pembersih lainnya, hukumnya diperbolehkan.” Wallahu A’lam bis Shawab…



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here