Wajibkah Mandi Besar bagi Mualaf?

1
829

BincangSyariah.Com – Pada umumnya, orang yang baru masuk sudah pernah mengalami junub atau haid. Tentunya sebelum ia memeluk Islam, ia tidak mandi besar sebagaimana yang disyariatkan dalam Islam. Karena itu, apakah ia wajib mandi besar dari junub atau haid setelah ia baru masuk Islam?

Mengenai masalah ini, para ulama berbeda pendapat. Menurut Imam Ahmad, Imam Malik, Abu Tsaur, dan Ibnul Mundzir, mereka berpendapat bahwa wajib mandi besar bagi orang yang baru masuk Islam, baik sebelum masuk Islam ia pernah junub atau haid atau belum.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Tadzkiratul Fuqaha oleh Abu Manshur Jamaluddin berikut;

وقال أحمد ومالك وأبو ثوروابن المنذر : إذا أسلم الكافر وجب عليه الغسل سواء كان أصليا أو مرتدا اغتسل قبل إسلامه أو لم يغتسل وجد منه في حال كفره ما يوجب الغسل أو لا لأن قيس‌ ابن عاصم ، وثمامة بن أثال أسلما فأمرهما النبيّ بالاغتسال

Imam Ahmad, Imam Malik, Abu Tsaur dan Ibnul Mundzir berkata; ‘Jika orang kafir masuk Islam, maka wajib baginya mandi besar, baik ia kafir asli atau karena murtad, baik sudah mandi besar sebelum masuk Islam atau belum mandi besar, baik sebelum Islam sudah mengalami sesuatu yang mewajibkan mandi besar atau tidak. Hal ini karena Qais bin Ashim dan Tsumamah bin Atsal masuk Islam dan Nabi Saw menyuruh keduanya untuk mandi.

Sementara Imam Abu Hanifah dan Imam Syafii berpendapat bahwa mandi besar bagi orang yang baru masuk Islam tidak wajib, namun hanya sunnah. Hal ini karena banyak sahabat yang baru masuk Islam namun tidak diperintah mandi besar oleh Nabi Saw. Andaikan mandi besar itu wajib, maka pasti akan menyuruh mereka untuk mandi besar sesaat setelah mereka masuk Islam.

Baca Juga :  Hukum Membaca Surah Alquran dalam Salat Jenazah

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Tadzkiratul Fuqaha oleh Abu Manshur Jamaluddin berikut;

وقال أبو حنيفة : لا يجب لعدم أمر الصحابة به حال إسلامهم

Imam Abu Hanifah berkata; ‘Tidak wajib mandi besar karena para sahabat tidak diperintah untuk mandi besar ketika mereka masuk Islam.’

Meski Imam Abu Hanifah dan Imam Syafii tidak mewajibkan mandi besar bagi orang yang baru masuk Islam, namun keduanya menganjurkan untuk mandi besar. Karena itu, bagi orang yang baru masuk Islam, maka hendaknya ia mandi besar sesaat setelah ia baru masuk Islam.

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here