Mana Lebih Utama Antara Menjadi Imam Atau Muazin?

0
1669

BincangSyariah.Com – Pada dasarnya, menjadi imam salat dan muazin sama-sama utama dan baik. Imam menjadi pemandu dan bertanggung jawab atas keabsahan salat makmum, sementara muazin bertugas memberitahukan waktu masuknya salat kepada masyarakat Muslim. Menurut para ulama, mana yang lebih utama antara menjadi imam dan muazin?

Dalam kitab Al Majmu, Imam Nawawi mengatakan bahwa terjadi perbedaan di kalangan para ulama terkait mana yang lebih utama antara menjadi imam dan muazin. Beliau menyebutkan empat pendapat ulama terkait masalah ini.

Pertama, menjadi muazin lebih utama dibanding menjadi imam. Ini adalah pendapat mazhab Syafii dan sebagian besar ulama Syafiiyah. Pendapat ini juga disampaikan oleh ulama Iraq, Imam Sarkhasi dan Al Baghawi.

Dalam Hasyiyatul Qalyubi disebutkan, menjadi muazin lebih utama karena dia memberitahukan kepada orang lain mengenai masuknya waktu salat. Karena itu, manfaatnya lebih banyak dibanding menjadi imam.

الْأَصَحُّ أَنَّهُ أَفْضَلُ مِنْهَا -وَاَللَّهُ أَعْلَمُ- لِأَنَّهُ لِإِعْلَامِهِ بِالْوَقْتِ أَكْثَرُ نَفْعًا مِنْهَا

“Lebih sahih bahwa azan lebih utama dibanding menjadi imam. Hal ini karena azan memberitahukan tentang masuknya waktu lebih banyak manfaatnya dibanding menjadi imam.”

Kedua, menjadi imam lebih utama dibanding menjadi muazin. Ini adalah pendapat ulama Khurazan dan Imam Addarimi.

Ketiga, antara menjadi muazin dan imam sama-sama utama. Keduanya tidak ada yang lebih utama. Pendapat ini disampaikan oleh Imam Arrafi’i.

Keempat, jika seseorang yakin bahwa dirinya bisa melaksanakan hak-hak imam dan perkara yang berkaitan dengannya, maka menjadi imam lebih utama. Namun jika tidak yakin, maka menjadi muazin lebih utama.

Dari keempat pendapat ini, menurut Imam Syafii dan ulama Syafiiyah, menjadi muazin lebih utama dibanding menjadi imam. Karena itu, Imam Syafii pernah berkata;

Baca Juga :  Empat Hal yang Perlu Diperhatikan Muazin

أُحِبُّ الْأَذَانَ لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” اللَّهُمَّ اغفر للمؤذين ” وَأَكْرَهُ الْإِمَامَةَ لِلضَّمَانِ وَمَا عَلَى الْإِمَامِ فِيهَا

“Saya senang azan karena Nabi saw. pernah berdoa, ‘Ya Allah, ampunilah orang-orang yang mengumandangkan azan. Dan saya tidak suka menjadi imam karena tanggung jawab yang harus ditanggung seorang imam.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here