Lebih Baik Menyembelih Hewan Kurban di Hari Idul Adha atau Hari-hari Tasyrik?

0
1217

BincangSyariah.Com – Menurut ulama Syafiiyah, waktu penyembelihan hewan kurban ada empat hari, yaitu hari Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah dilaksanakan shalat Idul Adha, dan hari-hari Tasyrik yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Namun lebih baik menyembelih hewan kurban di hari Idul Adha atau hari-hari Tasyrik?

Penyembelihan hewan kurban harus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan. Jika dilakukan di luar waktu yang telah ditentukan, maka hukumnya tidak boleh. Waktunya dimulai sejak shalat Idul Adha telah dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga terbenam matahari pada hari terakhir hari Tasyrik.

Meski waktunya sebanyak empat hari, namun para ulama menganjurkan agar hewan kurban segera disembelih, yaitu disembelih pada hari Idul Adha. Menyembelih hewan kurban pada hari Idul Adha lebih baik dan lebih utama dibanding hari-hari Tasyrik.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

تستحب المبادرة الى التضحية فالتضحية في اليوم الاول افضل منها فيما يليه لانها مسارعة الى الخير وقد قال الله تعالى : وسارعوا الى مغفرة من ربكم وجنة عرضها السموات والارض اعدت للمتقين

Dianjurkan agar segera menyembelih hewan kurban. Menyembelih hewan kurban pada hari pertama (hari Idul Adha) lebih utama dibanding hari-hari setelahnya (hari-hari Tasyrik). Ini karena dinilai menyegerakan kebaikan, dan Allah sudah berfirman; Dan segeralah kalian menjemput ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang lebarnya seluas langit dan bumi, yang mana dijanjikan pada orang-orang yang bertakwa.

Selain itu, Nabi Saw ketika menyembelih hewan kurban, beliau menyembelihnya pada hari Idul Adha setelah beliau melakukan shalat Idul Adha. Ini menunjukkan bahwa menyembelih hewan kurban pada hari Idul Adha merupakan sunnah, meski pada hari-hari Tasyrik tetap boleh dan sah.

Baca Juga :  Anjuran Dan Keutamaan Berbagi Takjil

Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat oleh Imam Ahmad, Imam Abu Daud dan Imam Al-Tirmidzi dari Jabir bin Abdillah, dia berkata;

شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الأَضْحَى بِالْمُصَلَّى فَلَمَّا قَضَى خُطْبَتَهُ نَزَلَ مِنْ مِنْبَرِهِ وَأُتِىَ بِكَبْشٍ فَذَبَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِيَدِهِ وَقَالَ: بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّى وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِى

Aku menghadiri shalat Idul Adha bersama Rasulullah Saw di mushalla (tanah lapang). Setelah beliau berkhutbah, beliau turun dari mimbarnya dan didatangkan kepadanya seekor kambing. Kemudian Rasulullah Saw menyembelihnya dengan tangannya, sambil mengatakan;Dengan nama Allah. Allah Maha Besar. Kambing ini dariku dan dari orang-orang yang tidak berkurban dari umatku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here