Makna Salam, Bukan Sekadar Ucapan

0
2363

BincangSyariah.Com – Nabi mengatakan,

            أَفْشُوا السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ.

Sebarkan salam (perdamaian) kepada orang yang kau kenal dan yang tak kau kenal.

Hadis lain:

            اَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم: أَيُّ الْإِسْلاَمِ خَيْرٌ؟ قال: تُطْعِمُ الطّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ).

Seseorang bertanya kepada Nabi, “Islam terbaik itu yang bagaimana?” Nabi mengatakan, “Memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal.”

Redaksi ucapan salam paling singkat adalah assalamu ‘alaikum, sedangkan yang lebih baik adalah assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh“, artinya, “kedamaian, kasih sayang, dan keberkahan Allah semoga terlimpah kepadamu.” Para ulama mengatakan, mengucapkan assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh adalah sunnah, sangat dianjurkan sekaligus memperoleh pahala. Dan menjawabnya adalah wajib.

Betapa pentingnya ajaran perdamaian Islam itu sehingga ia menjadi bagian dalam ibadah salat. Mengucapkan salam untuk mengakhiri salat adalah wajib. Jika dia tidak membacanya, maka dia harus mengulangi salatnya.

Usai salat Nabi menganjurkan membaca doa salam:

            اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ وَإِلَيْكَ يَعُودُ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَالسَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَ الْإِكْرَامِ

Ya Allah, Engkau sumber kedamaian, dari-Mu-lah datangnya kedamaian dan kepada-Mu kembalinya kedamaian. Maka hidupkanlah kami, wahai Tuhan, dalam keadaan damai dan masukkanlah kami ke dalam surga negeri damai. Engkau Maha Pemberi Anugerah. Engkau Yang Maha Tinggi, wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kehormatan.

Makna salam atau damai tidak sekadar tiadanya konflik, tetapi lebih dari itu adalah terciptanya kenyamanan dan kehangatan dalam persahabatan.

            السَّلَامُ هُوَ اَمَانٌ وَمَحَبَّةٌ.

Baca Juga :  Agar Makanan Dapat Keberkahan, Lakukan Empat Kriteria Ini

 Salam adalah rasa aman dan cinta.

Mengucapkan salam saat bertemu orang semestinya tidak sekadar disampaikan sebagai tradisi basa-basi pergaulan (mujamalah), melainkan juga menginternalisasi ke dalam diri dan menjadi bagian cara hidup.[]

[Tulisan ini disadur dari buku Lawaamii’ al-Hikmah ‘Pendar-pendar Kebijaksanaan’]



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here