Makmum Terdiri dari Anak Kecil Saja, Apakah Boleh Niat Menjadi Imam?

1
1193

BincangSyariah.Com – Ketika para makmum terdiri dari anak kecil saja, kadang kita ragu untuk niat menjadi imam. Ini disebabkan karena anak kecil masih belum wajib melaksanakan shalat. Sebenarnya, ketika para makmum terdiri dari anak kecil, apakah kita boleh niat menjadi imam, atau malah disunnahkan? (Hukum Menyingkirkan Anak Kecil dari Shaf Depan Shalat Berjemaah)

Pada dasarnya, ketika kita menjadi imam shalat berjemaah, kita tidak wajib berniat menjadi imam saat takbiratul ihram. Bagi imam shalat berjemaah, niat menjadi imam adalah sunnah. Oleh karena itu, meskipun imam tidak berniat menjadi imam saat takbiratul ihram, shalatnya dan shalat makmum tetap dinilai sah.

Begitu juga disunnahkan niat menjadi imam meskipun semua makmum terdiri dari anak kecil. Berjemaah dengan anak kecil, apalagi menjadi makmum, hukumnya diperbolehkan dan tetap mendapatkan keutamaan shalat berjemaah. Karena itu, jika kita menjadi imam dari para makmum yang terdiri dari anak kecil, agar kita mendapatkan keutamaan shalat berjemaah, kita disunnahkan untuk niat menjadi imam saat takbiratul ihram.

Di antara dalil yang dijadikan dasar oleh para ulama terkait keabsahan shalat berjemaah dengan anak kecil adalah hadis riwayat Imam Bukhari berikut;

كان عمرو بن سلمة يؤم قومه على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو ابن ست او سبع سنين

Amr bin Salamah mengimami kaumnya di masa Rasulullah Saw, sementara dia masih sekitar enam atau tujuh tahun.

Berdasarkan hadis ini, para ulama mengatakan bahwa melaksanakan shalat berjemaah dengan anak kecil, meskipun dia jadi imam asalkan sudah tamyiz, hukumnya adalah boleh dan sah. Jika anak kecil boleh jadi imam shalat berjemaah, maka tentu menjadi makmum lebih boleh lagi. Oleh karena itu, jika kita mengimami anak kecil, sebaiknya kita niat menjadi imam agar mendapatkan keutamaan shalat berjemaah. Jika tidak niat menjadi imam, maka kita dinilai shalat sendirian dan tidak mendapatkan keutamaan shalat berjemaah.

Baca Juga :  Hadis-hadis Keutamaan Shalat Berjamaah

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Ibnu Qasim Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qarib,  berikut;

فلا يجب في صحة الاقتداء به في غير الجمعة نية الامامة بل هي مستحبة في حقه فان لم ينو فصلاته فرادى

Maka tidak wajib niat menjadi imam sebagai syarat sah shalat berjemaah selain shalat Jumat. Bagi imam, niat menjadi imam adalah sunnah. Hanya saja, jika imam tidak niat menjadi imam, maka shalatnya dinilai shalat sendirian (tidak mendapatkan keutamaan shalat berjemmah).

 

1 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum wr wb.
    Di masjid kampung saya setelah sholat maghrib di malam jum’at jamaah tdk melaksanakan wiridan sebagaimana biasa tetapi melaksanakan tahlil bersama.

    Bagaimana hukumnya tahlil bersama sesudah sholat maghrib dimalam jum’at tetapi meniadakan wiridan yg sdh jelas ada hukum syariatnya.?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here