Apakah Makmum Harus Mengangkat Tangan Saat Qunut?

0
14

BincangSyariah.Com – Ketika imam membaca doa qunut, baik dalam shalat Shubuh maupun shalat Witir, umumnya para makmum mengangkat tangan untuk mengamini doa qunut imam. Namun ada sebagian makmum yang tidak mengangkat tangan saat qunut. Sebenarnya, makmum apakah harus mengangkat tangan saat qunut? (Baca: Hukum Membaca Qunut Nazilah pada Rakaat Terakhir Shalat Wajib)

Mengenai hukum mengangkat tangan saat qunut, para ulama masih berbeda pendapat. Menurut Imam Nawawi, ada tiga pendapat ulama dalam masalah ini.

Pertama, disunnahkan mengangkat kedua tangan saat qunut namun tidak disunnahkan mengusapkan kedua tangan tersebut pada wajah setelah selesai membaca doa qunut, baik bagi imam maupun makmum. Ini adalah pendapat yang lebih shahih dan diikuti oleh kebanyakan ulama Syafiiyah.

Kedua, disunnhkan mengangkat kedua tangan saat qunut dan disunnahkan pula mengusapkan kedua tangan tersebut pada wajah setelah selesai membaca doa qunut.

Ketiga, tidak disunnahkan mengangkat kedua tangan saat qunut, dan juga tidak disunnahkan mengusapkan kedua tangan tersebut pada wajah.

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi berkata sebagai berikut;

اختلف أصحابنا في رفع اليدين في دعاء القنوت ومسح الوجه بهما على ثلاثة أوجه: أصحها أنه يستحب رفعهما ولا يمسح الوجه، والثاني يرفع ويمسحه، والثالث لا يمسح ولا يرفع. واتفقوا على أنه لا يمسح غير الوجه من الصدر ونحوه

Ulama Syafiiyah berbeda pendapat soal hukum mengangkat kedua tangan ketika qunut dan mengusapkan kedua tangan tersebut ke wajah. Perbedaan itu dapat dibagi menjadi tiga pendapat. Pertama, pendapat paling shahih, dianjurkan mengangkat kedua tangan dan tidak dianjurkan mengusapkannya pada wajah. Kedua, dianjurkan mengangkat dan mengusapkannya pada wajah. Ketiga, tidak dianjurkan mengangkat tangan dan mengusapkannya pada wajah. Tetapi mereka sepakat bahwa tidak boleh mengusapkan kedua tangan pada selain wajah, semisal dada dan lainnya.

Baca Juga :  Bagi Seorang Hamba, Lebih Utama Kualitas atau Kuantitas Beribadah?

Berdasarkan keterangan di atas, baik imam maupun makmum tidak diharuskan mengangkat kedua tangan saat qunut. Ia boleh memilih antara mengangkat kedua tangannya atau tidak. Hanya saja, menurut kebanyakan ulama Syafiiyah, imam maupun makmum sebaiknya mengangkat kedua tangannya saat qunut. Hal ini karena Nabi Saw dan beberapa sahabatnya, seperti Umar bin Al-Khaththab mengangkat kedua tangannya saat membaca doa qunut.

Dalam hadis riwayat Imam Al-Baihaqi, Abu Rafi’ berkata sebagai berikut;

صليت خلف عمر بن الخطاب رضي الله عنه فقنت بعد الركوع ورفع يديه وجهر بالدعاء

Aku shalat di belakang Umar bin Khaththab, kemuian bbeliau membaca doa qunut setelah rukuk sambil mengangkat kedua tangannya dan mengeraskan bacaannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here