Makan Makanan Haram, Apakah Wudhu Batal?

0
11

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, terdapat beberapa jenis makanan yang haram untuk dimakan, seperti daging babi, bangkai hewan selain bangkai ikan dan belalang, makanan hasil curian, dan lainnya. Andaikan seseorang kebetulan tidak sengaja makan makanan  haram, apakah wudhunya menjadi batal?

Menurut kebanyakan para ulama, mengonsumsi makanan yang haram tidak termasuk bagian yang membatalkan wudhu. Karena itu, jika kebetulan seseorang makan makanan yang haram, seperti mengonsumsi daging babi atau lainnya, maka wudhunya tidak batal.

Khusus menurut ulama Syafiiyah, yang membatalkan wudhu hanya ada enam, dan makan makanan yang haram tidak termasuk di dalamnya. Yaitu, sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur, tidur selain tidur yang kedua pantat ditekan ke tanah atau lantai, hilang akal baik karena mabuk atau sakit, menyentuh lawan jenis tanpa ada penghalang, menyentuh kemaluan depan (kubul) dengan telapak tangan, dan terakhir menyentuh kemaluan belakang (dubur) dengan telapak tangan.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Matn Abi Syuja’ berikut;

والذي ينقض الوضوء ستة اشياء ما خرج من السبيلين والنوم على غير هيئة المتمكن وزوال العقل بسكر أو مرض ولمس الرجل المرأة الأجنبية من غير حائل ومس فرج الآدمي بباطن الكف ومس حلقة دبره على الجديد

Dan hal yang membatalkan wudhu ada enam. Yaitu, sesuatu yang keluar dari dua jalan (kubul dan dubur), tidur selain tidur yang menekan pantat, hilang akal sebab mabuk atau sakit, menyentuhnya laki-laki terhadap perempuan ajnabi tanpa ada penghalang, menyentuh kemaluan anak adam dengan telapak tangan, dan menyentuh dubur anak adam, menurut qaul jadid.

Sementara menurut Imam Ahmad, sebuah riwayat menyebutkan bahwa makan makanan yang haram dapat membatalkan wudhu. Karena itu, jika seseorang makan makanan yang haram, misalnya makan daging babi, maka wudhunya batal dan dia harus mengulangi wudhu lagi ketika hendak melaksanakan shalat.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

فَقَدْ وَرَدَ عَنِ الإْمَامِ أَحْمَدَ: يَنْقُضُ الْوُضُوءَ الطَّعَامُ الْمُحَرَّمُ

Terdapat sebuah riwayat dari Imam Ahmad bahwa wudhu batal sebab makan makanan yang diharamkan.

Di antara dua pendapat di atas, pendapat pertama adalah yang paling shahih. Bahkan menurut Imam Al-Mardawi, pendapat Imam Ahmad tersebut tidak menjadi rujukan hukum di kalangan ulama Hanabilah. Kebanyakan ulama Hanabilah berpendapat bahwa makan makanan yang haram tidak membatalkan wudhu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here