Macam-macam Shalat Sunah Rawatib

1
14779

BincangSyariah.Com – Shalat sunah rawatib adalah shalat yang dilakukan sebelum atau sesudah shalat wajib. Rawatib berasal dari kata al-ratibah yang artinya mengikuti. Dinamakan demikian karena pelaksanaan shalat rawatib tergantung atau mengikuti waktu shalat wajib yang lima waktu.

Dalam kitab Fathul Qarib, Abu Abdillah Muhammad bin Qasim Al-Ghazi menerangkan macam-macam shalat rawatib serta hukum mengerjakannya,

و(السنن التابعة للفرائض) ويعبر عنها أيضا بالسنة الراتبة، وهي (سبعة عشر ركعة: ركعتا  قبل الفجر، وأربع قبل الظهر، وركعتان بعده، وأربع قبل العصر، وركعتان بعد المغرب، وثلاث بعد العشاء يوتر بواحدة منهن) الواحدة هي أقل الوتر( والراتب المؤكد من ذلك كله عشر ركعات: ركعتان قبل الصبح وركعتان قبل الظهر وركعتان بعدها وركعتان بعد المغرب وركعتان بعد العشاء

Adapun shalat sunah yang mengikuti shalat fardhu atau disebut pula sunah ratibah/rawatib berjumlah 17 rakaat. Yaitu;  dua rakaat sebelum shalat subuh, empat rakaat sebelum shalat dzuhur dan dua rakaat setelahnya, empat rakaat sebelum shalat asar, dua rakaat setelah maghrib dan tiga rakaat setelah isya’ dengan satu rakaat witir.

Adapun waktu pengerjaannya, shalat qabliyah dilakukan setelah masuk waktu shalat wajib dan shalat ba’diyah dikerjakan setelah selesai shalat wajib sampai habis waktu shalat.

Dari 17 rakaat di atas ada 10 rakaat yang pengerjaannya sangat dianjurkan (muakad). yaitu, dua rakaat sebelum shalat subuh, dua rakaat sebelum shalat dzuhur dan dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah maghrib dan dua rakaat setelah shalat isya. Namun ada sebagian ulama yang mengatakan berjumlah 12 rakaat, dengan 4 rakaat sebelum dzuhur berdasarkan hadis berikut.

قال النبي صلى الله عليه وسلم : ” مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاةِ الْفَجْرِ ” .رواه الترمذي وصححه الألباني في صحيح الجامع

Baca Juga :  Keutamaan Salat di Masjid Quba

Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Barangsiapa yang melaksankan shalat sehari semalam sebanyak dua belas rakaat maka akan dibangun untuknya sebuah rumah di surga. Empat sebelum dzhuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya dan dua rakaat sebelum subuh.” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan dishahihkan Albani dalam shahih al-jami’.

Menurut Mushthafa Dib al-Bugha dalam At-Tahdzib Fi Adillati Matn Al-Ghayah Wa At-Taqrib, para ahli fikih menggelompokkan ke-12 rakaat di atas sebagai shalat sunah muakad karena Rasulullah Saw. sering melakukan shalat rawatib pada waktu-waktu tersebut dan jarang sekali beliau meninggalkannya. Wallahu’alam.

1 KOMENTAR

  1. Maaf, artikel diatas dituliskan bahwa didalam kitab fathul qorib وركعتان بعدالمغرب
    Tapi diketerangannya dituliskan 2 rakaat sebelum maghrib. Mungkin bisa dikoreksi lagi. Untuk dirubah 2 rakaat setelah sholat magrib. Terima kasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here