Macam-macam Puasa Sunah

0
889

BincangSyariah.Com – Ramadan merupakan bulan diselenggarakannya puasa wajib bagi setiap muslim yang berakal dan telah memasuki usia baligh, serta ia tergolong mampu menjalankannya.

Adapun di luar bulan Ramadan, terdapat pula berbagai macam puasa yang disunahkan di dalam Islam. Menurut imam Zakariya al Anshari di dalam kitab Attahrir, setidaknya ada lima belas macam puasa yang sangat sunah untuk dikerjakan. Puasa apa sajakah itu?

Pertama dan kedua, puasa hari Senin dan Kamis. Karena Nabi Saw. pun mencari pahala dengan menjalankan puasa di kedua hari tersebut. Nabi Saw. berkata, “amal-amal itu akan disetorkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku lebih suka jika amalku disetoran, sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. Al Tirmidzi dan Ibnu Majah.).

Ketiga dan keempat puasa sepuluh hari di bulan Muharam dan puasa di hari-hari dalam bulan yang dimuliakan. Yakni bulan Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Hal ini karena mulianya bulan-bulan tersebut serta adanya perintah untuk berpuasa di dalam bulan-bulan tersebut.

Rasulullah Saw. bersabda:“Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadan adalah bulan Allah yang mulia, dan sungguh shalat yang paling mulia setelah shalat fardlu adalah shalat malam.” (H.R. Abu Daud, Muslim, Ibnu Majah dan al Tirmidzi)

Kelima, puasa hari Arafah untuk selain orang yang menunaikan haji. Yakni pada tanggal 10 Dzul hijjah. Karena ketika Rasulullah Saw. ditanya tentang puasa hari Arafah maka beliau bersabda “Puasa hari Arafah dapat melebur dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Keenam, puasa pada tanggal 9 Dzul Hijjah. Karena mengikuti hadis yang diriwayatkan oleh imam Abu Daud dan imam lainnya, “Rasulullah Saw menunaikan puasa di tanggal 9 Dzul hijjah, puasa Asyura’, tiga hari pada setiap bulannya (ayyamul bidh), hari Senin dan Kamis pertama dalam satu bulan.”

Ketujuh, puasa Tasu’a’. Yakni puasa pada tanggal 9 Muharam. Rasulullah saw, bersabda, “jika tahun depan (aku masih hidup), maka kami akan berpuasa di tanggal 9 (Dzul hijjah).” (HR. Abu Daud).

Baca Juga :  Hukum Lewat di Depan Orang Salat

Kedelapan puasa Asyura, yakni puasa pada tanggal 10 Muharam. Nabi Saw. ketika ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau bersabda, “puasa hari Asyura dapat melebur dosa tahun lalu. Dan beliau berkata, seandainya aku hidup di tahun yang akan datang, maka aku akan puasa dari tanggal 9”. Belum sampai tahun berikutnya, ternyata Rasulullah Saw. telah wafat (HR. Muslim).

Kesembilan, puasa satu hari dan berbuka satu hari (puasa daud). Karena terdapat hadis riwayat imam al Bukhari dan Muslim. Dari Abdullah bin Amru bin Ash ra Dari Nabi Saw. beliau bersabda, “puasa yang paling utama adalah puasa Nabi Daud, beliau puasa satu hari dan berbuka satu hari.”

Kesepuluh, puasa satu hari dan berbuka dua hari. Karena perintahnya Nabi Saw. kepada Abdullah bin Amru bin al Ash demikian, hadis diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim.

Kesebelas, puasa satu hari ketika tidak mendapati makanan yang bisa dimakan. Karena mengikuti hadis yang diriwayatkan oleh imam Muslim. Dari Aisyah ra. ia berkata, “Nabi Saw. mendatangiku pada suatu hari, beliau bertanya, “apakah engkau memiliki sesuatu?”, maka kami menjawab, “tidak.” Beliau besabda, “kalau begitu, aku berpuasa.” Kemudian, beliau datang pada hari yang lain, kami berkata, “wahai Rasulullah Saw. kami diberi hadiah berupa hais (campuran kurma, minyak samin dan keju). Beliau menjawab, “berikan ia padaku, sungguh tadi pagi aku berpuasa.” maka beliau pun makan.

Kedua belas, puasa Sya’ban. Karena hadis riwayat imam al Bukhari dan Muslim. Aisyah ra. berkata, “Nabi Saw. berpuasa sampai kami berkata, beliau berbuka, dan beliau berbuka sampai kami mengatakan beliau tidak berpuasa, dan aku tidak melihat beliau sempurna puasa satu bulan kecuali bulan Ramadan, dan aku tidak melihat beliau lebih banyak puasanya di bulan Sya’ban.”

Ketiga belas, enam hari di bulan Syawal. Karena hadis riwayat imam Muslim. Dari Abi Ayyub a Anshari, ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian ia menyertakannya enam hari dari bulan Syawal maka ia seperti puasa satu tahun.”

Keempat belas. Puasa ayamul bidh, yakni puasa pada tanggal 13, 14 dan 15 (kalender Hijriyah). Karena perintah Nabi Saw. akan hal itu sebagaimana riwayat imam an Nasai, “dari Jarir bin Abdillah ra. dari Nabi Saw. beliau bersabda: ”Puasa tiga hari setiap bulan seperti puasa satu tahun, dan puasa ayamul bidh adalah tanggal 13, 14 dan 15.”

Kelima belas. Puasa Ayamus Sud. Yakni puasa di tanggal 28,29 dan 30 (kalender Hijriyah). Tetapi ini adalah tambahan dari muallif.

Wa Allahu A’lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here