Macam-Macam Air yang Boleh Digunakan untuk Berwudhu

14
30294

BincangSyariah.Com – Beberapa air yang boleh digunakan untuk bersuci ada 7 : air langit, air laut, air sungai, air telaga, air mata air, air salju, dan air embun. Abu Syuja’ menuliskan dalam kitabnya Matan al-Ghayah wa al-Taqrib, dalam kitab Tharah.

Secara bahasa kata Thaharah berarti bersih dari kotoran dan najis. Sedangkan menurut ahli Fiqh, Thaharah ialah suatu pekerjaan/kegiatan yang bisa membuat shalat kita sah.

Ahli Fiqh membagi tharah kepada 2 pembahagian : thaharah ‘ainiah dan thaharah hukmiah. Thaharah ‘ainiah adalah thaharah yang tidak melampaui batas tempat yang wajib untuk dibersihkan, seperti : membersihkan tangan yang kena kotoran. Sedangkan thaharah hukmiyah adalah thaharah yang melampaui batas tempat yang wajib mensucikannya, sepert : wudhu’.

Dalam prakteknya, thaharah bisa dilakukan dengan menggunakan beberapa alat, seperti air, tanah dan lain-lain. Adapun air-air yang boleh digunakan hanya ada 7 macam air, yaitu air langit, air laut, air sungai, air telaga, air mata air, air salju, dan air embun.

Dengan ketujuh macam air tersebut, thaharah yang dilakukan sah menurut hukum fiqh. Dalam beberapa kitab fiqh klasik, ketujuh macam air tersebut dihimpun dengan ungkapan :
ما نزل من السماء ونبع من الأرض
maksudnya

air yang boleh digunakan untuk bersuci ialah air yang turun dari langit dan memancar dari bumi.
Wallahua ‘alam.

Baca Juga :  Apakah Puasa Arafah Harus Sesuai dengan Hari Wukuf di Arafah?


BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

14 KOMENTAR

    • Air sumur sudah termasuk katagori air yang keluar dari bumi maka sah di pake berwudlu adapun air yg sudah di panaskan memang makruh bila di panaskan dg wadah yg berbahan tembaga dg alasn takut menimbulkan panyakit, kaloupun memang dg alasan dorurot maka di perbolehkan krn merujuk ayat alloh swt…laayukallipullohu illa wus’aha….alayah

  1. assalamualaikum, saya mau nanya kalau air dari keran dia keruh tapi tidak berbau, sah atau tidak yaa?(soalnya dirumah saya lagi banjir, dan airnya jadi keruh tapi sudah tidak terlalu keruh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here