Imam Lupa Niat Imaman Lillahi Ta‘ala, Apakah Mendapatkan Keutamaan Shalat Berjemaah?

1
1923

BincangSyariah.Com – Ketika kita menjadi imam shalat berjemaah, kita tidak wajib berniat menjadi imam saat takbiratul ihram. Bagi imam shalat berjemaah, niat menjadi imam adalah sunnah. Oleh karena itu, meskipun imam tidak berniat menjadi imam saat takbiratul ihram, shalatnya dan shalat makmum tetap dinilai sah. Namun ketika imam tidak berniat sebagai imam atau tidak mengucapkan imaman lillahi ta’ala, apakah dia mendapatkan keutamaan shalat berjemaah?

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama dalam masalah ini. Menurut Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhaddzab, ada tiga pendapat ulama terkait masalah ini.

Pertama, jika imam tidak berniat sebagai imam, maka dia tidak mendapatkan keutamaan shalat berjemaah. Nilai shalatnya sama seperti melaksanakan shalat sendirian. Ini adalah pendapat yang paling shahih dan paling masyhur yang diikuti oleh kebanyakan ulama seperti Imam Al-Juwaini dan Al-Fawrani.

Dalam kitab Fathul Qarib, Syaikh Ibnu Qasim Al-Ghazi mengatakan sebagai berikut;

فلا يجب في صحة الاقتداء به في غير الجمعة نية الامامة بل هي مستحبة في حقه فان لم ينو فصلاته فرادى

Maka tidak wajib niat menjadi imam sebagai syarat sah shalat berjemaah selain shalat Jumat. Bagi imam, niat menjadi imam adalah sunnah. Hanya saja, jika imam tidak niat menjadi imam, maka shalatnya dinilai shalat sendirian (tidak mendapatkan keutamaan shalat berjemmah).

Kedua, imam tetap mendapatkan keutamaan shalat berjemaah meskipun tidak berniat sebagai imam. Hal ini karena meskipun dia tidak berniat sebagai imam, makmum yang ikut shalat kepadanya tetap mendapatkan keutamaan shalat berjemaah. Oleh karena itu, jika makmum mendapatkan keutamaan shalat berjemaah, maka imam lebih berhak untuk mendapatkan keutamaan shalat berjemaah.

Baca Juga :  Lengkap! Kupas Tuntas Doa Qunut: Dari Dalil, Macam, hingga Keutamaan

Ketiga, jika imam tahu bahwa ada orang yang bermakmum kepadanya namun dia tidak berniat sebagai imam, maka dia tidak mendapatkan keutamaan shalat berjemaah. Namun jika tidak tahu ada orang yang bermakmum, maka dia mendapatkan keutamaan shalat.

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Ketika kita hendak melaksanakan shalat berjemaah, kita dianjurkan untuk bermakmum pada imam yang fasih dan sholeh. Namun dalam kondisi tertentu kita terpaksa harus bermakmum pada imam fasik. Misalnya, tidak ada shalat berjemaah lain kecuali shalat berjemaah yang diimami oleh imam fasik tersebut. Bagaimana hukum bermakmum pada imam fasik, apakah sah? (Imam Lupa Niat Imaman Lillahi Ta‘ala, Apakah Mendapatkan Keutamaan Shalat Berjemaah?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here