Lupa Mengucap Tatswib dalam Azan Subuh, Sahkah Azannya?

0
8583

BincanSyariah.Com – Tatswib adalah ucapan Assholatu Khoirun minan Nawm (shalat itu lebih baik daripada tidur) yang dikumandangkan muazin saat azanaz subuh. Lafaz tatswib diucapkan setelah muazin membaca Hayya ‘ala al-Falah (marilah menuju kemenangan).

Terkait dengan tatswib, penulis punya kisah menarik. Salah satu santri di tempat penulis mengajar, mencoba azan subuh untuk yang pertama kalinya. Ia memberanikan diri ketika sebelum-sebelumnya hanya menjadi muazin selain sholat subuh. Mulailah dia azan dengan suara lantang.

Namun, kekhawatiran santri yang lain akhirnya terjadi juga. Ia lupa membaca tatswib. Ia tidak sadar sampai selesai mengumandangkan adzan. Santri yang lain hanya bisa tersenyum berbisik-bisik dan menyampaikan kepada muazin “baru” tadi bahwa azannya bagus tapi tidak lengkap. Baru ia sadar bahwa telah lupa membaca tatswib dalam adzannya. Lantas, bagaimana sebenarnya status hukum dari membaca tatswib dalam adzan subuh?

Untuk menjawab permasalahan tersebut, salah satu jawabannya adalah merujuk pada hadist riwayat dari Ibn Khuzaimah yang datangnya dari Sahabat Anas Bin Malik bahwa Rasulullah SAW. telah bersabda :

من السنة اذا قال المؤذن في اذان الفجر حي على الصلاة قال الصلاة خير من النوم

termasuk sunah (adzan) jika muadzin pada adzan subuh setelah berkata “Hayya alal falaah” hendaklah ia mengucapkan “Ash sholatu khoirun minan naum” (HR. Ibn Khuzaimah No. 386)

Maka dapat disimpulkan bahwa membaca tatswib dalam azan sholat subuh hukumnya adalah sunnah. Jadi jika ada yang lupa membacanya atau bahkan memang sengaja, hukum azan tetap sah. Dengan kata lain tidak perlu diulang kembali. Allah ta’ala a’lam.

Baca Juga :  Hukum Memakan Daging yang disembelih Tanpa Menyebut Nama Allah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here