Lima Waktu Paling Utama untuk Berangkat Shalat Jumat Menurut Imam Ghazali

2
2036

BincangSyariah.Com – Nabi Muhammad Saw menganjurkan umatnya agar berangkat untuk menunaikan shalat Jum’at di awal waktu. Dalam sebuah hadis dikatakan

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال النبي صلى الله عليه وسلم : ( من راح في الساعة الأولى فكأنّما قرّب بَدَنَة ، ومن راح في الساعة الثانية فكأنّما قرّب بقرة ، ومن راح في الساعة الثالثة فكأنّما قرّب كبشاً أقرن ، ومن راح في الساعة الرابعة فكأنّما قرب دجاجة ، ومن راح في الساعة الخامسة فكأنّما قرّب بيضة ، فإذا صعد الإمام المنبر حضرت الملائكة يستمعون الذكر مفن جاء بعد ذالك فإنما جاء لحق الصلاة ليس له من الفضل شيئ

“Barangsiapa berangkat (menuju masjid pada hari Jum’at) pada kesempatan yang pertama, seakan-akan ia telah berkorban seekor unta. barangsiapa berangkat pada kesempatan kedua, seakan-akan ia telah berkorban seekor sapi. Barangsiapa berangkat para kesempatan yang ketiga seakan-akan ia berkorban seekor domba bertanduk. Barangsiapa berangkat para kesempatan yang keempat seakan-akan ia telah berkorban seekor ayam betina. Barangsiapa berangkat para kesempatan yang kelima seakan-akan ia telah berkorban sebutir telur. Apabila sang imam (khatib) sudah naik mimbar maka catatan-catatan amal dilipat, pena-pena disematkan dan para malaikat berkumpul di dekat mimbar untuk ikut mendengarkan khotban. Jadi, barangsiapa yang datang sesudah itu sesungguhnya ia datang untuk shalat tanpa mendapatkan keutamaan sedikit pun. (HR. Bukhari & Muslim)

Berdasarkan hadis di atas, Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin kemudian menyebutkan  rincian dari waktu-waktu yang memiliki keutamaan pada hari Jum’at. Yaitu;

Pertama. Menjelang matahari terbit.

Kedua. Sampai matahari naik menyinari dengan sempurna.

Ketiga. Sampai sinar matahari meluas atau saat memasuki waktu dhuha.

Baca Juga :  Kenapa Disunnahkan Mandi sebelum Salat Jumat?

Keempat. Menjelang matahari condong ke arah barat, sebelum masuk waktu untuk shalat Jum’at

Kelima. Saat muazin menyerukan panggilan untuk shalat setelah matahari tergelincir ke arah barat sebelum imam naik ke atas mimbar.

Akan tetapi para ulama berbeda pendapat mengenai pembagian waktu-waktu yang utama untuk pergi shalat Jum’at.

Pertama; memang waktu paling utama berangkat shalat Jum’at dimulai sejak terbit matahari. Ini menurut pendapat madzhab Syafi’i, Ahmad dan lainnya. Ini pendapat yang dipegang mayoritas ulama

Kedua; dimulai setelah matahari tergelincir ke barat. Ini menurut madzhab Malikiyah dan sebagian madzhab Syafi’iyah.

Menurut Imam Nawawi dalam Kitab al-Majmu’, Nabi Muhammad biasanya keluar untuk berangkat shalat Jum’at ketika matahari hendak tergelincir ke barat, begitu juga kebanyakan sahabat dan ulama. Maka hadis di atas menurutnya merupakan bentuk penjelasan Rasulullah tentang anjuran datang di awal waktu agar mendapatkan keutamaan shaf awal dengan menunggu datangnya shalat Jumat dengan menyibukkan diri dengan amalan-amalan sunah, dzikir, shalawat dan lainnya. Wallahu’alam.

2 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Ketika seorang tokoh agama melakukan kunjungan dan silaturrahmi ke daerah tertentu, biasanya dia akan didaulat sebagai imam shalat Jumat padahal dia berstatus sebagai musafir. Dalam fiqih disebutkan bahwa musafir tidak wajib shalat Jumat dan tidak dihitung sebagai ahli Jumat. Lantas, bagaimana jika musafir menjadi imam shalat Jumat, apakah boleh? (Ini 5 Waktu Paling Utama untuk Berangkat Shalat Jumat) […]

  2. […] BincangSyariah.Com – Selain shalat wajib lima waktu, terdapat banyak shalat sunnah yang disunnahkan untuk dikerjakan. Selain berfungsi untuk menyempurnakan shalat wajib, masing-masing shalat sunnah mempunyai keistimewaan tersendiri, termasuk shalat sunnah mutlak di hari Jumat. (Baca: Lima Waktu Paling Utama untuk Berangkat Shalat Jumat Menurut Imam Ghazali) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here