Lima Syarat Ketika Membaca Al Fatihah di Dalam Salat

0
2060

Bincang Syariah.Com – Salah satu rukun salat adalah membaca Al Fatihah di setiap rakaat. Oleh karena itu tidaklah sah salat seseorang yang tidak membaca Al Fatihah.  Namun, ketika membaca Al Fatihah di dalam salat pun harus memperhatikan syarat-syaratnya. Dan berikut adalah lima syarat yang harus diperhatikan saat membaca Al Fatihah di dalam salat. Sebagaimana yang telah diterangkan di dalam kitab Al-Fiqh Al-Manhaji Ala Madzhab Al-Imam Asy-Syafii karya Mustafa Al-Khan dan tim penulis lainnya.

Pertama, hendaknya bacaan Al Fatihah terdengar oleh dirinya sendiri. Jadi, tidak boleh membaca Al Fatihah di dalam hati atau hanya menggerak-gerakkan mulut tanpa ada suara.

Kedua, hendaknya membaca Al Fatihah dibaca secara tertib, sesuai makhraj hurufnya dan tampak tasydidnya. Sehingga, ketika membaca Al Fatihah di dalam salat haruslah hati-hati. Terlebih memperhatikan tajwidnya, makhrajnya, tasydidnya dan panjang pendek bacaan.

Ketiga, hendaknya tidak melakukan kesalahan bacaan yang sampai mengubah makna/arti lafal yang dibaca. Namun, jika kesalahannya masih bisa ditoleransi dengan tidak mengubah makna bacaan, maka salatnya tidak batal.

Keempat, bacaan Al Fatihah dibaca dengan menggunakan bahasa Arab (sesuai dengan Alquran). Oleh karena itu tidaklah sah membaca terjemahan Al Fatihah dengan bahasa apapun. Hal ini disebabkan terjemahan Al Fatihah bukanlah Alquran.

Kelima, Al Fatihah dibaca ketika musalli (orang yang melaksanakan salat) masih dalam keadaan berdiri. Sehingga, jika ia rukuk dan masih menyempurnakan bacaan Al Fatihah, maka bacaan Al Fatihahnya batal, dan ia wajib kembali kepada posisi berdiri.

Demikianlah lima syarat membaca Al Fatihah yang harus diperhatikan bagi orang yang sedang salat. Adapun bagi orang yang belum mampu membaca Al Fatihah. Maka, ia boleh menggantinya dengan ayat apapun yang ia hafal sebanyak tujuh ayat sebagai ganti Al Fatihah. Seandainya ia belum hafal sama sekali ayat yang ada di dalam Alquran. Maka, ia boleh mengganti Al Fatihahnya dengan bacaan zikir yang berdurasi sepanjang Al Fatihah, baru kemudian dia rukuk. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Baca Juga :  Salat Dapat Cegah Kemaksiatan, Tapi Kenapa Masih Banyak Kemaksiatan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here