Lima Keistimewaan Orang yang Banyak Beristigfar

0
867

BincangSyariah.Com – Sudah menjadi sunnatullah (ketentuan Allah) yang ada di muka bumi ini bahwa semua rasul atau utusan Allah, yang bertugas untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya, pasti akan selalu mendapatkan ujian, rintangan, dan jalan dakwah yang tak mulus. Hal ini sebagai ujian keimanan dan kesabaran bagi para rasul, agar selalu berdoa, dan mencari solusi yang bijaksana agar misinya tak gagal di perjalanan.

Salah satu kisah yang dialami oleh Nabi Nuh yang berdakwah sampai 950 tahun lamanya, ternyata banyak menemui hambatan, baik dari keluarga, istri yang ia cintai pun tak mau mendukung perjuangannya malah mengingkarinya, begitu juga puteranya tak mau mengikutinya. Padahal, siang dan malam beliau tak bosan untuk menyerukan kebenaran, agar keluarga dan umatnya selalu di jalan yang lurus sesuai koridor yang diridhai oleh Allah.

Ternyata ketidaktaatan umatnya terhadap Nabi Nuh membawa musibah yang bertubi-tubi. Hal ini dipaparkan oleh Imam Ar-Razi dalam tafsirnya yang mengutip pendapat Imam Muqatil yang menyatakan bahwa ketika umat Nabi Nuh tidak mau percaya kepadanya, maka Allah menguji umatnya dengan tidak menurunkan air hujan beberapa waktu lamanya, serta menjadikan mandul kepada para istrinya selama 40 tahun lamanya, lalu harta benda mereka hancur, hewan ternak mereka juga mati.

Kemudian umatnya mengadukan keluhan-keluhan kepada Nabi Nuh. Akhirnya Nabi Nuh memberi solusi atas problematika yang dihadapi oleh umatnya dengan cara bertobat dari segala kemusyrikan serta memperbanyak istigfar (meminta ampun) agar dosanya diampuni, karena hal itu sebagai kunci permasalahan mereka, juga akan menjadi sebab turunnya rahmat Allah.

Kejadian ini diabadikan dalam Alquran Surat Nuh, ayat 10-14 yang berbunyi:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)

Baca Juga :  Ini Surah yang Biasa Dibaca Rasulullah saat Salat Sunah Qabliyah Subuh

Artinya: Maka aku katakan: mintalah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, serta akan memperbanyak harta dan anak-anak untukmu, dan menjadikan untukmu kebun-kebun dan Dia akan menjadikan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10-12)

Dalam Tafsir Khazin disebutkan bahwa ketika umat Nabi Nuh mendapatkan ujian kehidupan, akhirnya meminta solusi kepada Nabinya, kemudian Nabi Nuh menganjurkan kepada umatnya untuk bertobat dengan mengesakan Tuhan (tauhid)  dan memperbanyak istigfar. Sementara itu, menurut Imam Ar-Razi dalam tafsirnya menjelaskan ayat di atas bahwa orang yang memperbanyak istigfar akan mendapatkan lima keistimewaan, yaitu:

Pertama, akan turun hujan lebat setelah kemarau yang berkepanjangan. Hal ini sebagai solusi bila terjadi kemarau yang berkepanjangan yang melanda sebuah desa atau negara, maka kepala negara atau tokoh yang berpengaruh menganjurkan rakyatnya untuk mengadakan salat Istisqa dan memperbanyak istigfar, berharap rahmat segera turun ke daerah itu.

Kedua, orang yang selalu beristigfar dalam kehidupan yang ia jalani, baik dari segi materi maupun ruhani akan selalu dimudahkan dan tercukupi.

Ketiga, orang yang belum diberi keturunan akan segera mendapatkan momongan, karena sebuah keluarga dianggap sempurna bila sudah diberi keturunan untuk melanjutkan perjuangan orang tuanya.

Keempat, Allah akan memberi keberkahan atas hasil pertanian yang mereka tanam, serta dijauhkan dari segala hama tanaman.

Kelima, Allah akan mencukupi sumber mata air sebagai sumber kehidupan, karena tanpanya manusia akan binasa, dan segala tumbuhan akan mati ketika terjadi kelangkaan air.

Semua keistimewaan ini akan diperoleh manusia bila ia selalu menjalankan ketaatan kepada Tuhannya sesuai tuntunan yang diajarkan oleh para utusanNya. Namun watak manusia selalu tergoda oleh kenikmatan sesaat, bila mendapatkan harta yang melimpah, ia sudah berani sumpah serapah, di saat memangku jabatan tinggi, ia menjadi tinggi hati. Manusia akan selalu ingat Tuhannya di kala sedang susah, gelisah, terutama menghadapi urusan yang sangat mencekam yang membahayakan dirinya dan keluarganya.

Baca Juga :  Belajar Berkurban dari Kedua Anak Nabi Adam

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.