Lima Hal yang Termasuk Sunah Ab’ad Salat

4
28402

BincangSyariah.ComSunah merupakan hal yang dituntut syariat untuk dikerjakan, dan tersedia pahala bagi yang mengerjakannya, tetapi tidak diberi hukuman atau siksa bagi yang meninggalkannya. Ketika menjalankan salat, ada hal-hal yang disunahkan oleh syariat untuk dilakukan di dalamnya. Sunah-sunah di dalam salat itu terbagi menjadi dua. Sunah ab’ad dan sunah haiat.

Sunah ab’ad adalah setiap hal yang jika ditinggalkan, maka ditambal/diganti dengan melaksanakan sujud sahwi di akhir salat. Adapun sunah haiat adalah setiap hal yang jika ditinggalkan, maka tidak perlu ditambal/diganti dengan sujud sahwi. Berikut adalah lima hal yang termasuk sunah ab’ad.

Pertama, tasyahud awal, yakni tasyahud yang dibaca ketika duduk pertama yang tidak disertai salam setelahnya. Tasyahud awal disunahkan dibaca pada setiap duduk yang pertama salat Duhur, Asar, Maghrib dan Isya’. Oleh karena itu, jika seseorang tidak membaca tasyahud awal, maka ia disunahkan menggantinya dengan sujud sahwi di akhir salat. Hal ini didasarkan pada riwayat Abdullah bin Buhainah Al-Asdi,

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فِي صَلاَةِ الظُّهْرِ وَعَلَيْهِ جُلُوسٌ فَلَمَّا أَتَمَّ صَلاَتَهُ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ يُكَبِّرُ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ وَسَجَدَهُمَا النَّاسُ مَعَهُ مَكَانَ مَا نَسِيَ مِنَ الْجُلُوسِ. رواه مسلم

Bahwasannya Rasulullah saw. berdiri di salat Zuhur, yang semestinya beliau duduk (tasyahud awal), maka ketika sempurna salatnya, beliau sujud dua kali. Beliau takbir di setiap sujudnya. Dan beliau duduk sebelum salam. Sedangkan orang-orang juga sujud bersama Nabi saw. menggantikan duduk yang telah dilupakan (untuk dikerjakan). H.R. Muslim.

Kedua, membaca salawat kepada Nabi saw. setelah membaca tasyahud awal. Maka, hal ini juga ketika tidak dilakukan, disunahkan diganti dengan sujud sahwi.

Baca Juga :  Amal yang Pertama Kali Dihisab di Hari Kiamat

Ketiga, duduk untuk tasyahud awal.

Tiga komponen ini merupakan tiga sunah yang tersendiri. Yakni duduk untuk tasyahud awal, membaca tasyahud awal dan membaca salawat kepada Nabi saw.

Keempat, membaca salawat kepada keluarga Nabi saw. setelah tasyahud akhir. Tasyahud akhir merupakan rukun salat, sehingga membaca salawat kepada Nabi saw. saat tasyahud akhir pun menjadi rukun salat. Tetapi, membaca salawat kepada keluarga Nabi saw. saat tasyahud akhir berhukum sunah ab’ad, yang jika ditinggalkan maka disunahkan melakukan sujud sahwi.

Kelima, membaca qunut setelah i’tidal di rakaat kedua salat Subuh, atau di rakaat terakhir salat witir di setengah akhir dari bulan Ramadan. Hal ini berdasarkan riwayat Anas bin Malik

 “ما زال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يقنت في الصبح حتى فارق الدنيا”. رواه الحاكم في كتاب الاربعين.

Rasulullah saw. selama hidupnya selalu qunut di dalam salat Subuh hingga beliau meninggal dunia. (H.R. Al-Hakim).

Di dalam Shahih Al-Bukhari juga terdapat riwayat lain

سُئِلَ أَنَسٌ أَقَنَتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الصُّبْحِ قَالَ نَعَمْ فَقِيلَ لَهُ أَوَقَنَتَ قَبْلَ الرُّكُوعِ قَالَ بَعْدَ الرُّكُوعِ يَسِيرًا. رواه البخاري.

Anas ditanya tentang apakah Nabi saw. melakukan qunut di dalam salat Subuh. Anas menjawab, “Iya”. Lalu, ditanyakann padanya (lagi). Apakah beliau qunut sebelum rukuk?. “Setelah rukuk sebentar” jawab Anas bin Malik. (HR. Al-Bukhari). Oleh karena qunut Subuh selalu dilakukan oleh Nabi saw., maka mazhab Syafii menjadikannya termasuk bagian dari sunah ab’ad salat yang jika ditinggalkan maka disunahkan untuk menggantinya dengan sujud sahwi.

Demikianlah lima hal yang termasuk sunah ab’adnya salat. Wa Allahu a’lam bis shawab.

4 KOMENTAR

  1. kak, kalo kita lupa sudah atau belum melakukan tasyahud awal, dan kita yakinnya sudah melakukannya, ini sebaiknya melakukan sujud sahwi atau tidak kak?

  2. Kalau keyakinan belum muncul setelah salam maka maka tetep melakukan sujud sahwi sebelum salam. Artinya keyakinan belum muncul didalam shalat, sedangkan keraguan adalah 2 perkara yang memiliki berat yang sama.

  3. Saya ada kesulitan menemukan pendapat dari kalangan ahli ilmu madzab Syafi’i yaitu apabila seseorang meninggalkan sunnah abadh secara tidak sengaja dan secara sengaja.
    Contoh:secara tidak sengaja
    Tasyahud awal tidak dikerjakan karena lupa, lalu juga tidak sujud sahwi? Apakah sah shalat nya? Bila tidak sah maka itu bukan masuk ke sunnah abadh tp masuk kerukun shalat

    Secara sengaja
    Tasyahud awal tidak dikerjakan karena sengaja(hukumnya kan sunnah), lalu juga tidak sunnah sujud sahwi? Apakah sah shalat nya… Apabila tidak sah maka itu termasuk rukun shalat (bukan sunnah abadh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here