Lima Hal yang Sunah Dilakukan Setelah Makan

2
848

BincangSyariah.Com – Ada yang menarik ketika seseorang membaca sebuah ayat yang terkandng dalam QS Al Mu’minun ayat 51. Dimana Allah tidak menyuruh hambanya untuk makan yang sepaket dengan minum, melainkan makan dan dikaitkan dengan beramal shaleh. Firman Allah dalam kitab-Nya:

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖ إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ayat tersebut secara tidak langsung menganjurkan manusia untuk memakan makanan yang baik nan halal, serta bersyukur kepada Allah dengan beramal shaleh. Nampak begitu jelas betapa harmonisnya hubungan  kebersihan makanan dan kebersihan jiwa. Dimana dengannya, hati dan badannya menjadi baik, demikian pula dunia dan akhiratnya.

Setelah menghabiskan makanan yang baik nan halal, seorang muslim yang ingin megamalkan kabaikan dalam etika setelah makan bisa melakukan beberapan hal yang dianjurkan oleh Rasulullah. Abu hamid Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menuliskan 5 anjuran Nabi setelah makan sebagai berikut:

وهو أن يمسك قبل الشبع ويلعق أصابعه ثم يمسح بالمنديل ثم يغسلها ويلتقط فتات الطعام ويخلل ولا يبتلع كل ما يخرج من بين أسنانه بالخلال إلا ما يجمع من أصول أسنانه بلسانه وليتمضمض بعد الخلال

Berhenti sebelum kenyang, menjilat jari-jarinya kemudian mengusapnya dengan sapu tangan dan membasuhnya, memungut sisa-sisa makanan, mencukil sisa  makanan dan tidak menelannya kecuali ia mengumpulkannya dengan menggunakan lidahnya, dan berkumur setelah mencukil sisa makanan

Berhenti sebelum kenyang adalah satu pijakan dimana seseorang memilih untuk tidak berlebihan dalam makan. Tersirat dalam QS Al A’raf ayat 31 bahwa Allah tidak menyukai setiap hamba yang berlebihan. Berhenti sebelum kenyang juga merupakan salah satu sumber kekuatan dalam memulai ibadah kepada Allah. Karena jika kekenyangan akan menimbulkan sifat malas dan lalai, sedangkan kelaparan menyebabkan seseorang lemah untuk beribadah.

Baca Juga :  Hukum Makan dan Minum dalam Kondisi Junub

Mengusapnya dengan sapu tangan tangan dan membasuhnya, memungut sisa makanan, mencukil sisa makanan yanga mana tidak menelannya hingga terkumpul, serta diakhiri dengan berkumur adalah merupakan sederet anjuran Nabi setelah makan. Rasulullah menganjurkan untuk tetap mengambil makanan yang jatuh, lalu membersihkannya. Yang demikian agar tidak dimakana oleh syaitan. Sebab dalam setiap makanan ada sebuah berkah, yang kita tidak mengetahui dimana letak keberkahan tersebut. Dalam hadisnya beliau bersabda:

“فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْرُوْنَ فِيْ أَيِّ طَعَامِكُمُ الْبَرَكَةُ.”

Karena kalian tidak mengetahui di bagian makanan kalian yang manakah keberkahan itu berada.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here