Lima Hal Ini Makruh Dilakukan Khatib Ketika Menyampaikan Khutbah Jumat

0
906

BincangSyariah.Com – Pada saat khatib menyampaikan khutbah Jumat, selain memperhatikan rukun, syarat dan sunah-sunah khutbah, dia juga harus memperhatikan hal-hal yang makruh dilakukan. Hal ini karena kesempurnaan shalat Jumat juga tergantung pada kesempurnaan khutbah Jumat karena  khutbah termasuk bagian penting dalam shalat Jumat.

Oleh karena itu, kita sangat dilarang berbicara atau melakukan hal-hal yang dapat memalingkan perhatian kita untuk mendengarkan khutbah Jumat. Bahkan tidak memperhatikan khutbah Jumat dapat mengurangi kesempurnaan shalat Jumat. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim berikut;

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ: (أَنْصِتْ) وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ

Jika kamu berkata kepada temanmu,Diamlah’, pada hari Jumat sementara imam sedang berkhutbah, sungguh ia telah berbuat sia-sia.”

Tentu kewajiban memperhatikan kesempurnaan khutbah ini tidak hanya menjadi tugas para jamaah saja, namun juga menjadi tugas khatib. Agar khutbah menjadi sempurna, maka khatib harus melakukan rukun, syarat dan sunah-sunah khutbah, dan di sisi lain juga meninggalkan hal-hal yang dilarang dan dimakruhkan untuk dilakukan.

Dalam kitab al-Majmu, Imam Nawawi menyebutkan lima hal yang makruh dilakukan oleh khatib ketika menyampaikan khutbah Jumat.

Pertema, mengetuk tangga-tangga mimbar dengan tongkat ketika menaikinya. Oleh karena itu, ketika khatib menaiki mimbar dengan membawa tongkat, maka tongkatnya tidak perlu diketuk-ketukkan pada tangga-tangga hingga mengeluarkan suara.

Kedua, khatib berdoa ketika baru sampai di atas mimbar padahal dia belum duduk. Oleh karena itu, sesampainya khatib di atas mimbar, maka dia tidak perlu berdoa terlebih dahulu sebelum duduk agar para jamaah tidak mengira bahwa waktu tersebut adalah waktu mustajabah.

Ketiga, melihat ke kanan dan ke kiri ketika membaca shalawat kepada Nabi Saw dalam khutbah kedua. Dimakruhkan bagi khatib melakukan hal tersebut.

Baca Juga :  Hukum Salat Tahiyatul Masjid ketika Khutbah  sedang Berlangsung

Keempat, berlebihan dalam memuji para pemimpin dan berlebihan pula dalam mencela mereka, terutama ketika mendoakan mereka dalam khutbah kedua. Khatib dimakruhkan berlebihan dalam memuji pemimpin ketika mendoakan mereka, juga dimakruhkan mencela mereka.

Kelima, tergesa-gesa di dalam khutbah kedua. Juga makruh melirihkan suara dalam khutbah kedua.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here