Lima Belas Sunah Haiat Salat

4
24616

BincangSyariah.Com – Sebelumnya telah dijelaskan tentang sunah ab’adnya salat. Yakni hal-hal yang disunahkan di dalam salat, tetapi jika ditinggalkan maka disunahkan menggantinya dengan sujud sahwi. Berikut ini akan dijelaskan tentang sunah haiat salat. Yakni hal-hal yang disunahkan di dalam salat dan tidak disunahkan sujud sahwi jika meninggalkannya.

Menurut imam Abu Syuja’ di dalam kitabnya “Taqrib”, sunah haiat salat itu ada lima belas sebagaimana berikut.

رفع اليدين عند تكبيرة الإحرام وعند الركوع والرفع منه ووضع اليمين على الشمال والتوجه والاستعاذة والجهر في موضوعه والإسرار في موضوعه والتأمين وقراءة السورة بعد الفاتحة والتكبيرات عند الرفع والخفض وقول سمع الله لمن حمده ربنا لك الحمد والتسبيح في الركوع والسجود ووضع اليدين على الفخذين في الجلوس يبسط اليسرى ويقبض اليمنى إلى المسبحة فإنه يشير بها متشهدا والافتراش في جميع الجلسات والتورك في الجلسة الأخيرة والتسليمة الثانية.

Pertama. Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram.

Kedua. Mengangkat kedua tangan ketika (hendak) ruku’.

Ketiga. Mengangkat kedua tangan ketika (bangun) dari ruku’ (i’tidal).

Keempat. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri (ketika berdiri setelah takbiratul ihram).

Kelima. Membaca tawajjuh  (membaca doa iftitah).

Keenam. Membaca ta’awwudz (a’uzubillahiminasy syaithanir rajim ketika membaca surah Alfatihah).

Ketujuh. Mengeraskan bacaan (Alfatihah dan surah) di tempatnya (yakni di rakaat pertama dan kedua salat Maghrib, Isya’, Shubuh, Jumat, dan Hari raya).

Kedelapan. Melirihkan bacaan (Alfatihah dan surah) di tempatnya (yakni selain salat/rakaat yang disunahkan untuk mengeraskan bacaan).

Kesembilan. Membaca Aamiin setelah Alfatihah.

Kesepuluh. Membaca takbir ketika hendak naik dan turun.

Kesebelas. Membaca Sami’a Allahu Liman Hamidah Rabbana Lakal Hamdu dan tasbih ketika ruku’ dan sujud.

Baca Juga :  Salat Jenazah dengan Lima Takbir, Batalkah?

Kedua belas. Meletakkan kedua tangan di atas kedua paha ketika duduk (tasyahhud) dan membeberkan tangan kiri dan menggenggam tangan kanan kecuali jari telunjuk. Karena orang yang salat itu akan memberi isyarat dengan jari telunjuknya sebagai saksi (yakni telunjuk kanan diangkat ketika membaca illa Allah, tanpa digerak-gekkan).

Ketiga belas. Duduk iftirasy untuk semua duduk. (Yakni duduk istirahat, duduk di antara dua sujud dan duduk ketika tasyahhud awal. Duduk iftirasy adalah duduk yang menjadikan kaki kiri sebagai alas tempat duduk dan kaki kanan berdiri menancap di atas bumi dengan meletakkan jari-jari kaki kanannya menghadap ke arah kiblat.)

Keempat belas. Duduk tawarruk di duduk yang terakhir. Yakni duduk ketika tasyahhud akhir atau duduk yang terakhir di dalam salat. Duduk tawarruk adalah duduk yang mengeluarkan kaki kirinya ke arah kanan dan menempelkan pantat dengan bumi.

Kelima belas. Salam yang kedua. Adapun salam yang pertama berhukum wajib karena termasuk rukunnya salat.

Demikianlah kelima belas dari sunah haiatnya salat. Di mana seseorang yang lupa atau meninggalkannya, maka hal itu tidak menyebabkan batalnya salat dan tidak perlu menggantinya dengan sujud sahwi. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here