Lima Adab saat Melakukan Ziarah Kubur

0
522

BincangSyariah.Com – Melakukan ziarah kubur termasuk anjuran agama bahkan sangat dianjurkan oleh Nabi Saw. Salah satu tujuan ziarah kubur adalah agar kita bisa mendoakan para jenazah sehingga mereka bahagia dan terbebas dari siksa kubur. Untuk itu, agar tujuan ini bisa dilakukan dengan baik, maka kita harus memperhatikan adab-adab dan aturan melakukan ziarah kubur. Berikut lima adab saat melakukan ziarah kubur:

  1. Mengucapkan salam ketika memasuki area kuburan

Saat memasuki area kuburan, kita hendaknya mengucapkan salam kepada ahli kubur. Berikut lafadz salam kepada ahli kubur sebagaimana diajarkan oleh Nabi Saw.;

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

  1. Tidak duduk, melangkahi dan menginjak di atas kuburan

Nabi Saw. melarang duduk, bersandaran, melangkahi dan berjalan di atas kuburan. Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Imam Muslim, Ibnu Majah, dan Nasai dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ، فَتَحْرِقَ ثِيَابَهُ، فَتُخْلِصَ إِلَى جِلْدِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

“Sungguh di antara kalian duduk di atas bara api kemudian membakar baju hingga menembus kulitnya, itu lebih baik dibanding duduk di atas kuburan.”

  1. Mendoakan keselamatan atas jenazah atau mayit

Setelah sampai di area kuburan, kita dianjurkan untuk mendoakan keselamatan kepada mayit, mengirimi mereka pahala bacaan surah Yasin dan lainnya. Terutama bagi seorang anak, tentu mendoakan orang tuanya yang sudah meninggal sangat dianjurkan sekali.

  1. Tidak berbicara kasar atau batil
Baca Juga :  Khilafiyah Penegakkan Syariat Islam dan Ziarah Kubur

Saat berada di area kuburan, makruh hukumnya banyak ngobrol, apalagi sampai mengeluarkan kata-kata tidak baik. Dalam hadis riwayat Imam Albaihaqi dari Anas bin Malik, Nabi Saw. bersabda;

فَزُورُوا وَلا تَقُولُوا هُجْرًا

“Berziarhalah namun jangan kalian mengatakan perkataan hujr (perkataan tidak layak saat ziarah).”

  1. Tidak boleh meratapi jenazah atau mayit

Meratapi mayit dengan menangis hingga histeris dan hilang kesadaran termasuk perbuatan yang dilarang dalam Islam. Namun jika hanya menangis biasa tanpa ada unsur meratapi, maka hukumnya boleh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here