Lima Adab Orang yang Hendak Ihram: Sejak Miqat Hingga Masuk Makah

0
1381

BIncangSyariah.Com – Ihram merupakan niat masuk dalam Ibadah Haji atau Umrah yang dilakukan di miqot.. Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menerangkan bahwa terdapat lima adab bagi orang yang hendak ihram menunaikan ibadah haji atau umrah. Yang mana harus dilakukan sejak dari miqat hingga akan memasuki kota Makkah. Di antaranya

Pertama, mandi dan niat ihram jika telah sampai di miqat makani, atau tempat memulai ihram. Mandi ihram dilakukan seperti mandi ketika bersuci, agar mandi ihram sempurna, hendaknya orang tersebut juga menyela rambut jenggot, memotong kuku, menipiskan kumis.

Kedua, melepaskan baju-baju yang berjahit dan memakai baju tanpa jahitan. terdiri dari dua kain putih untuk laki-laki dan tidak disyaratkan bagi wanita.

Ketiga, setelah memakai baju ihram dan menuju baitul haram baik dengan berjalan atau berkendara, mulailah berniat ihram dalam hati dibarengi dengan melafalkan talbiyah.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَاشَرِيْكَ لَكَ

Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarikalaka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mula la syarika lak.

Artinya; Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memnuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memnuhi panggilan-Mu, sungguh segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.

Keempat, Jika telah melafalkan talbiyah kemudian disunahkan membaca doa niat berikut ini

اللَّهُمَّ إِنِّي أُرِيدُ الحَجَّ فَيَسِّرْهُ لِي وَأَعِنِّي عَلَى أَدَاءِ فَرْضِهِ وَتَقَبَّلْهُ مِنِّي، اللَّهُمَّ إِنِّي نَوَيْتُ أَدَاءَ فَرِيضَتَكَ فِي الحَجِّ فَاجْعَلْنِي مِنَ اللَّذِينَ اسْتَجَابُوا لَكَ وَأَمَنُوا بِوَعْدِكَ وَاتَّبَعُوا أَمْرَكَ وَاجْعَلْنِي مِنْ وَفْدِكَ الَّذِينَ رَضِيتَ عَنْهُمْ وَارْتَضَيْتَ وَقَبِلْتَ مِنْهُمْ اللَّهُمَّ فَيَسِّرْ لِي أَدَاءَ مَا نَوَيْتُ مِنَ الْحَجِّ اللَّهُمَّ قَدْ أَحْرُمُ لَكَ لَحْمِي وَشَعْرِي وَدَمِي وَعَصَبِي وَمُخِي وَعِظَمِي وَحَرَمْتُ لَكَ النِّسَاءَ وَالطَّيِّبَ وَلُبْسَ الْمَخِيطِ ابْتِغَاءَ وَجْهَكَ وَالدَّارَ الْآخِرَة

Baca Juga :  Sejarah Awal Pelaksanaan Ibadah Haji

Artinya; Ya Allah Aku Ingin melaksanakan haji maka permudahlah bagiku dan bantulah aku dalam menjalankan kewajiban haji dan terimalah ibadah hajiku. Ya Allah aku berniat melaksanakan ibadah yang kau wajibkan dalam haji maka jadikanlah aku termasuk orang-orang yang Engkau terima dan percaya terhadap janji-Mu, dan mengikuti perintah-Mu, jadikanlah aku termasuk pengikut-Mu yang engkau ridha dan membuat-Mu ridha dan Engkau terima ibadah dari mereka. Ya Allah mudahkanlah bagiku menjalankan apa yang telah aku niatkan dari ibadah haji, ya Allah demi Engkau aku haramkan dagingku, rambutku, darahku, sarafku, otakku, tulangku, dari wanita dan wewangian dan pakaian berjahit, aku melakukannya semata-mata hanya karena-Mu dan kehidupan akhirat.

Kelima, Disunahkan selalu memperbarui dan mengulang-ulang talbiyah dalam setiap langkah selama perjalanan ke Baitul Haram, saat jalan landai, menanjak atau selama dalam kendaraan. Terutama ketika mulai berdesakan dan berkumpul di antara lautan orang-orang yang melaksanakan ihram.

Wallahu’alam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here