Lebih Utama Membaca Al-Qur’an atau Selawat Nabi?

0
332

BincangSyariah.Com – Tidak diragukan bahwa zikiran yang paling utama itu membaca Al-Qur’an. Namun, ulama menjelaskan bahwa menyibukkan diri dengan zikiran tertentu sesuai anjuran Rasulullah saw. itu lebih utama daripada membaca Al-Qur’an. Dalam kitab al-Bahr al-Raiq syarah kitab Kanzud Daqaiq dijelaskan demikian:

وَفِي “الْقُنْيَةِ”: الصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ فِي الْأَوْقَاتِ الَّتِي تُكْرَهُ فِيهَا الصَّلَاةُ، وَالدُّعَاءُ وَالتَّسْبِيحُ، أَفْضَلُ مِنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ

Dalam kitab al-Qunyah disebutkan bahwa membaca selawat pada Nabi saw. pada waktu-waktu yang dimakruhkan salat, doa, dan membaca tasbih itu lebih utama daripada membaca Al-Qur’an.

Selain itu, fatwa Darul Ifta al-Mishriyyah mengutip kitab Mathalib Ulin Nuha fi Syarh Ghyah al-Muntaha yang menyatakan bahwa membaca selawat pada hari Jumat itu lebih utama daripada focus membaca Al-Qur’an saja.

Oleh karena itu, pembagian waktu membaca Al-Qur’an dan selawat perlu dibagi apabila tidak memiliki waktu yang banyak agar keduanya dapat tercapai. Misalnya, bila ingin membaca keduanya setiap hari, bisa saja kita mengistikamahkan membaca Al-Qur’an pada pagi hari. Pada sore hari, kita membaca zikiran selawat Nabi saw.

Baca Juga :  Hukum Jual-Beli Mushaf Alquran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here