Lebih Utama Membaca Al-Qur’an atau Selawat Nabi?

0
605

BincangSyariah.Com – Tidak diragukan bahwa zikiran yang paling utama itu membaca Al-Qur’an. Namun, ulama menjelaskan bahwa menyibukkan diri dengan zikiran tertentu sesuai anjuran Rasulullah saw. itu lebih utama daripada membaca Al-Qur’an. Dalam kitab al-Bahr al-Raiq syarah kitab Kanzud Daqaiq dijelaskan demikian:

وَفِي “الْقُنْيَةِ”: الصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ فِي الْأَوْقَاتِ الَّتِي تُكْرَهُ فِيهَا الصَّلَاةُ، وَالدُّعَاءُ وَالتَّسْبِيحُ، أَفْضَلُ مِنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ

Dalam kitab al-Qunyah disebutkan bahwa membaca selawat pada Nabi saw. pada waktu-waktu yang dimakruhkan salat, doa, dan membaca tasbih itu lebih utama daripada membaca Al-Qur’an.

Selain itu, fatwa Darul Ifta al-Mishriyyah mengutip kitab Mathalib Ulin Nuha fi Syarh Ghyah al-Muntaha yang menyatakan bahwa membaca selawat pada hari Jumat itu lebih utama daripada focus membaca Al-Qur’an saja.

Oleh karena itu, pembagian waktu membaca Al-Qur’an dan selawat perlu dibagi apabila tidak memiliki waktu yang banyak agar keduanya dapat tercapai. Misalnya, bila ingin membaca keduanya setiap hari, bisa saja kita mengistikamahkan membaca Al-Qur’an pada pagi hari. Pada sore hari, kita membaca zikiran selawat Nabi saw.

Baca Juga :  Kapan Waktu Ideal Berniat Puasa Ramadan?


BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here