Lebih Baik Memperpanjang Bacaan Al-Quran atau Memperbanyak Rakaat?

0
135

BincangSyariah.Com – Ketika melaksanakan shalat sunnah, terutama shalat malam, ada sebagian orang yang hanya melakukan dua atau empat rakaat namun lama dan banyak membaca surah Al-Quran, bahkan membaca satu juz. Sebagian lagi melaksanakan shalat sunnah dengan banyak rakaat namun membaca surah-surah pendek saja. Sebenarnya, mana lebih baik antara pilihan memperpanjang bacaan Al-Quran dan memperbanyak jumlah rakaat shalat?

Di antara waktu terbaik membaca Al-Quran adalah ketika kita melaksanakan shalat. Ini berdasarkan riwayat Imam Al-Baihaqi dari Sayidah Aisyah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ فى الصَّلاَةِ اَفْضَلُ مِنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ فىِ غَيْرِ الصَّلاَةِ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ فى غَيْرِ الصَّلاَةِ اَفْضَلُ مِنْ التَّسْبِيْحِ وَالتَّكْبِيْرِ التَّسْبِيْحُ اَفْضَلُ مِنَ الصَّدَقَةِ الصَّدَقَةُ اَفْضَلُ مِنَ الصَّوْمِ الصَّوْمُ جنة مِنَ النَّارِ

Membaca Alquran di dalam shalat lebih utama dari pada di luar shalat, membaca Alquran diluar shalat lebih utama daripada tasbih dan takbir, tasbih lebih utama daripada sedekah, sedekah lebih utama daripada puasa, dan puasa adalah penghalang dari api neraka.

Oleh karena itu, menurut ulama Syafiiyah, memperpanjang bacaan Al-Quran di dalam shalat lebih utama dan lebih baik dibanding memperpanjang bacaan tasbih dalam sujud atau lainnya. Bahkan juga lebih utama dan lebih baik dibanding memperbanyak jumlah bilangan rakaat shalat namun sedikit membaca Al-Quran. (Baca: Ini Bacaan Istighfar Agar Terbebas dari Utang)

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

تَطْوِيلُ الْقِيَامِ عِنْدَنَا أَفْضَلُ مِنْ تَطْوِيلِ السُّجُودِ وَالرُّكُوعِ وَغَيْرِهِمَا وَأَفْضَلُ مِنْ تَكْثِيرِ الرَّكَعَاتِ

Memperpanjang posisi berdiri (dengan membaca Al-Quran) lebih utama dibanding memperpanjang sujud, rukuk dan lainnya. Dan, juga lebih utama dibanding memperbanyak jumlah bilangan rakaat shalat.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Sayidina Utsman bin Affan senantiasa mengkhatamkan Al-Quran dalam satu rakaat. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Zuhd, dari Sulaiman bin Yasar, dia berkata;

أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ ، قَامَ بَعْدَ الْعِشَاءِ فَقَرَأَ الْقُرْآنَ كُلَّهُ فِي رَكْعَةٍ ، لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلَا بَعْدَهَا

Sesungguhnya Sayidina Utsman bin Affan melaksanakan shalat sunnah setelah Isya’ kemudian dia membaca seluruh Al-Quran dalam satu rakaat, dia tidak shalat sebelumnya dan juga setelahnya.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here