Lebih Baik Mana Salat di Tempat yang Sama atau Beda Tempat?

3
1240

BincangSyariah.Com – Setiap Muslim yang sudah mencukupi syarat salat diwajibkan untuk mengerjakan salat lima waktu. Kewajiban salat ini tidak dapat ditawar lagi. Dalam kondisi apapun, Muslim diwajibkan untuk salat. Selain mengerjakan salat wajib, Islam juga memiliki anjuran mengerjakan salat sunah.

Salah satu kebiasaan di masyarakat adalah mereka pindah tempat untuk mengerjakan salat sunah setelah salat wajib. Misalnya, ketika salat wajib dia berada di saf pertama, tapi setelah itu dia pindah ke saf kedua, atau pindah ke samping kanan dan kiri, untuk mengerjakan salat sunah rawatib.

Bagaimana hukum pindah tempat ini? Lebih baik salat di tempat yang sama atau beda? Syeikh Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Mu’in menjelaskan:

ويندب أن ينتقل لفرض أو نفل من موضع صلاته ليشهد له الموضع

“Disunnahkan pindah dari tempat semula saat mengerjakan salat fardu atau salat sunnah, supaya tempat tersebut menjadi saksi.”

Menurut Syeikh Zainuddin al-Malibari, pindah tempat saat mengerjakan salat lebih diutamakan daripada salat di tempat yang sama. Karena kelak di akhirat tempat yang kita gunakan untuk salat akan menjadi saksi. Semakin banyak tempat yang digunakan untuk sujud, semakin banyak yang akan menjadi saksi untuk ibadah yang kita lakukan.

Bahkan dalam I’anatul Thalibin dikatakan:

ويكره ملازمة المكان الواحد لغير الا مام في المحراب

“Dimakruhkan salat pada tempat yang sama, kecuali bagi imam di mihrab”

Sebagian ulama mengatakan, makruh hukumnya salat di tempat yang sama, kecuali bagi imam. Karena tidak mungkin posisi mihrab imam dipindah-pindah.

Baca Juga :  Sirene Imsak Berbunyi, Apakah Masih Boleh Melanjutkan Sahur?

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here