Lakukan Tiga Hal Ini agar Terhindar dari Sifat Riya dalam Beribadah

0
4928

BincangSyariah.Com – Perbuatan riya adalah sifat tercela yang dapat menghapuskan pahala amal ibadah seseorang. Riya berasal dari kata ru’yah, Ibnu Hajar mengatakan dalam Fathul Bari bahwa sifat riya adalah menampakkan ibadah dengan tujuan ingin dilihat manusia.

Abu Layyist Samarqandi dalam Tanbihul Ghafilin mengutip kalam hikmah dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib tentang ciri-ciri orang riya sebagaimana berikut ini.

عن علي بن ابي طالب رضي اﷲ عنهانه قال للمراءي اربع علامات يكسل اذا كان وحده وينشط اذا كان مع الناس ويزيد في العمل اذا اثني عليه وينقص اذا ذم به

Dari Ali bin Abu Thalib berkata, ” Orang yang riya memiliki empat pertanda. Dia malas (beramal saleh) jika sedang seorang diri, semangat jika melakukannya bersama orang-orang, bertambah rajin jika dipuji perbuatannya, dan tambah malas jika dihina.”

Setidaknya dengan mengetahui keempat pertanda ini, kita bisa mawas diri agar jangan sampai termasuk dari orang-orang yang riya. Jika menemukan pertanda-pertanda tersebut dalam diri hendaknya segera memperbaiki kembali hati dan niat.

Menurut Abu Layyist Samarqandi setidaknya kita bisa melakukan tiga hal berikut ini agar jangan sampai kita terjatuh ke dalam sifat riya, sebagaimana berikut.

Pertama, meminta izin dari Allah dalam setiap amal saleh yang kita lakukan. Maksudnya setiap amal perbuatan tidak akan terjadi kecuali atas izin dan kehendaknya, dengan demikian kita akan selalu bersyukur karena diberi kesempatan untuk beribadah dan bukannya merasa kagum bangga atas amal ibadah yang dikerjakan.

Kedua, memulai ibadah dengan berharap keridhaan-Nya. Yakni dengan menyadari bahwa seorang hamba bisa tetap istiqamah dalam beribadah adalah atas keridhaan-Nya. Perlu diketahui keistiqamahan dalam beribadah merupakan bukti keridhaan Allah Swt. akan apa yang hamba-Nya lakukan.

Baca Juga :  Hikmah Membaca Surah Pendek dalam Tarawih

Ketiga, saat beribadah hendaknya mengharapkan pahala dan kebaikan amal ibadah dari Allah Swt. semata bukan karena ingin dilihat baik oleh manusia. Dengan demikian maka kita akan melakukan ibadah dengan hati ikhlas karena Allah Ta’ala dan terhindar dari sifat riya. Sebab ujung dari pada sifat ikhlas adalah tidak senang ketika ada seseorang yang memuji perbuatannya. Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here