Kriteria Sakit yang Diperbolehkan untuk Tayamum

4
14171

BincangSyariah.Com – Tayamum adalah cara bersuci selain wudhu dan mandi. Tayamum juga merupakan alternatif yang bisa dilakukakan sebagai pengganti wudhu dan mandi untuk meringankan bersuci jika tidak bisa menggunakan air sebab berbagai halangan. Seperti sakit atau tidak ada air.

Hal itu berdasarkan firman Allah Swt dalam surat Al-maidah ayat : 6.

 وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ

“Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu” (Q.S Al-Maidah :6)

Sedangkan dalam sebuah hadis Nabi Saw bersabda :

اِنَّماَ كَانَ يَكْفِيْهِ اَنْ يَتَيَمَّمَ وَيَعْصَبَ عَلٰى جُرْحِهِ ثُمَّ يَمْسَحُ عَلَيْهِ وَيَغْتَسِلُ سَاىِٔرَجَسَدِهِ

“Sebenarnya cukup ia tayamum saja dan di ikat lukanya, lalu kemudian disapu dengan air di ikatannya itu, dan dibasuh seluruh badannya.” ( H.R Abu Daud dan Daruqutni)

Lalu sakit apa saja yang menyebabkan seseorang boleh bertayamum? Dalam kitab Kifayatul Akhyar, ada dua kriteria sakit yang memnyebabkan seseorang boleh untuk bertayamum.

Pertama, sakit yang mengkhawatirkan yaitu sakit yang dapat menyebabkan kematian, hilangnya anggota tubuh atau fungsinya jika terkena air atau sakit yang belum sampai batas mengkhawatirkan, namun jika terkena air maka sakit tersebut akan bertambah parah. Berdasarkan konsensus ulama kriteria penyakit seperti ini memperbolehkan seseorang untuk tayamum.

Kedua, sakit yang jika terkena air akan bertambah parah, dikhawatirkan memperlambat masa sembuhnya sehingga masa sakit bertambah lama, atau penyakit berat yang membuatnya merana dan kepayahan, atau khawatir terjadi hal-hal jelek seperti ada bekas hitam pada anggota tubuh yang terlihat oleh publik seperti wajah dan tangan. Jenis penyakit  seperti ini menurut pendapat yang kuat (rajih) diperbolehkan tayamum.

Baca Juga :  Ini Makna di Balik Gerakan-gerakan Shalat

Namun, untuk menentukan dan mengetahui jenis-jenis penyakit akut yang diperbolehkan tayamum di atas tidak boleh ditentukan sembarang orang, dan tidak bisa dipastikan oleh diri sendiri. Dalam hal ini, sebaiknya orang yang ingin bertayamum itu berpegang pada diagnosis orang yang adil dan bisa dipercaya seperti dokter. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Imam al-Ramli.

Namun demikian, menurut pendapat Imam Ibnu Hajar al-Haitami dan Imam al-Asnawi, pengalaman seseorang terhadap penyakit yang dideritanya itu dapat dijadikan patokan boleh tidaknya seseorang bertayamum. Misalnya, bila dia tidak bertayamum, maka penyakitnya akan bertambah parah, dan penyakit tersebut sudah terjadi berulang kali. Dalam hal ini, tidak perlu konsultasi ke dokter terlebih dulu.

Sementara itu, Sayid Ba’alawi al-Hadhrami dalam Bughyatul Mustarsyidin mengutip pendapat al-Barmawi menyebutkan berapa lama batasan kriteria sakit yang apabila menggunakan air itu bertambah parah.

وقال البرماوي وضابط تاخير البرء اي طول مدته بان يسع قدر صلاۃ او وقت مغرب

Al-Barmawi berkata, “Batasan lama sakit atau yang memperlambat masa kesembuhan adalah sekiranya lambat sembuh itu mencukupi untuk melakukan salat atau selama waktu salat Maghrib.”

Katakanlah misalnya, melakukan salat itu membutuhkan waktu paling lama 5 sampai 10 menit. Jadi, apabila seseorang menggunakan air, kemudian penyakit bertambah parah melebihi batas waktu 7 menit, maka orang tersebut diperbolehkan tayamum. Akan tetapi, apabila menggunakan air hanya menyebabkan sakit ringan yang tidak sakitnya sembuh dalam waktu singkat, atau kurang dari 7 menit, maka tayamum belum diperbolehkan. Wallahu a’lam.

4 KOMENTAR

  1. Assslamualaikum , saya punya sakit sesak nafas, jika lagi kambuh (kadang2 bisa 2 sampai 3 hari) bila kena air baik dingin atau hangat saat mandi atau wudlu maka sesak nafasnya jadi semakin parah, apa boleh saya bertayamum dalam kondisi sakit sesak seperti itu? Jazzakalloh

    • Assalamualaikum wt wb . . . . saya pun demikian kasusnya mirip dgn bpk Widodo, jika sedikit beraktifitas terkadang langsung terasa sesak, klw mandipun saya selalu membawa tabung oksigen, rekadang klw setelah mandi atw berwudu pada saat2 seperti ini sesak sering terasa berat didada, apakah klw saya bertayamum masih dikatagorikan boleh

  2. Assalamualaikum wt wb . . . . saya pun demikian kasusnya mirip dgn bpk Widodo, jika sedikit beraktifitas terkadang langsung terasa sesak, klw mandipun saya selalu membawa tabung oksigen, rekadang klw setelah mandi atw berwudu pada saat2 seperti ini sesak sering terasa berat didada, apakah klw saya bertayamum masih dikatagorikan boleh

  3. Assalamu’allaikum. Saya mau bertanya. Dulu saya pernah mengalami sakit kepala yang snagat sangat parah. Sehingga saya tidak mampu berdiri. Untuk tidur lelap pun sangat susah sekali. Lalu pada saat saya sakit itu, saya ketika hendak sholat melakukan tayamum bukan wudhu. Apakah seperti itu boleh? Terima kasih sebelumnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here