Kriteria Khusus yang Harus Dimiliki Orang yang Memandikan Jenazah

0
416

BincangSyariah.Com – Salah satu kewajiban yang mesti dilakukan ketika ada seorang muslim yang meninggal dunia ialah memandikan. Syariat Islam merekomendasikan kepada kita agar orang yang memandikan jenazah ialah dari kerabat keluarga mayit, khususnya ahli warisnya.

Bukan tanpa alasan syariat Islam mengajarkan demikian. Tujuannya ialah karena di dalam memandikan itu ada kemungkinan terlihatnya aurat, maka akan lebih aman dari fitnah apabila yang melakukan adalah kerabatnya.

Pertimbangan lain ialah karena apa yang terlihat dalam diri mayit ketika dimandikan, baik berupa pertanda lahir maupun batin, semuanya mesti dijaga kerahasiaannya dengan baik. Apabila yang memandikan adalah kerabatnya, maka potensi untuk tersebarluaskan akan menjadi minimalis.

Apabila tidak dimungkinkan yang memandikan adalah kerabatnya, maka pihak luar yang memandikan haruslah orang yang terpercaya (amin) yang tidak akan mengabarkan apapun yang ia lihat pada diri si mayit. Lebih-lebih jika yang dia temukan adalah keburukannya.

Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Imam Nawawi dalam Kitab Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab (j. 5 h. 113),

ينبغى أن يكون الغاسل أمينا لما روي عن ابن عمر أنه قال ” لا يغسل موتاكم الا المأمونون ” ولانه إذا لم يكن أمينا لم نأمن أن لا يستوفى الغسل وربما ستر ما يظهر من جميل أو يظهر ما يرى من قبيح ويستحب أن يستر الميت من العيون لانه قد يكون في بدنه عيب كان يكتمه وربما اجتمع المجموع شرح في موضع من بدنه دم فيراه من لا يعرف ذلك فيظنه عقوبة وسوء عاقبة

“Hendaknya orang yang memandikan mayit adalah orang yang terpercaya sebagaimana pernyataan sahabat Ibnu Umar: “Tidak boleh memandikan mayat kalian kecuali orang-orang yang terpercaya”. Dan juga karena apabila tidak terpercaya maka akan dikhawatirkan prosesi memandikan tidak sempurna, dan terkadang orang yang memandikan harus menutupi kebaikan yang terlihat ataupun kejelekan yang terlihat. Disunnahkan menutupi mayit dari pandangan khalayak ramai karena terkadang di badannya terdapat aib yang mesti disembunyikan, dan seringkali khalayak ramai menilai jika ada terlihat darah di tubuh mayit mereka akan menyangka bahwa itu adalah bentuk siksaan dan akhir hayat dan buruk”.

Dari pemaparan diatas bisa kita pahami bahwa seseorang yang memandikan mayit haruslah benar-benar orang yang terpercaya agar bisa membuat prosesi memandikan menjadi sempurna dan bisa menutupi apapun yang ia lihat pada diri mayit, entah yang berupa kebaikan maupun keburukan.

Baca Juga :  Enam Hal Penting Terkait Salat Id

Tubuh mayit saat dimandikan pun harus tertutupi dari pandangan khalayak umum karena bisa saja dalam diri mayit masih ada darah yang mengalir dan orang awam akan menanggapinya terlalu dramatis dengan mengira bahwa hal itu adalah pertanda akhir hayat yang buruk atau sebentuk siksaan di dunia. Padahal nyatanya itu hanyalah darah yang mengalir secara biasa saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here