Kriteria Mampu Berkurban Menurut Ulama Empat Mazhab

0
1599

BincangSyariah.Com – Kebanyakan ulama mengatakan bahwa udhiyah atau kurban sangat dianjurkan untuk dilakukan bagi setiap Muslim yang memiliki kelapangan harta. Jika terdapat seorang Muslim yang memiliki kelapangan harta tapi tidak melakukan kurban, maka hukumnya makruh.

Bahkan Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa jika seseorang memiliki kelapangan harta tapi tidak berkurban, maka dia telah berdosa karena telah meninggalkan suatu kewajiban.

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah, Nabi Saw. bersabda;

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلا يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

“Barangsiapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat salat kami.”

Bagaimana cara mengukur seseorang telah dinilai memiliki kelapangan dan kecukupan harta sehingga dia sangat dianjurkan untuk berkurban?

Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Ulama Hanafiyah mengatakan bahwa seseorang dinilai telah memiliki kelapangan dan kecukupan harta untuk berkurban jika dia memiliki harta dua ratus dirham atau harta yang sudah mencapai nisab zakat. Menurut mereka, jika harta seseorang telah mencapai ukuran nisab zakat, maka dia wajib berkurban.

Menurut ulama Malikiyah, seseorang telah dianjurkan berkurban jika dia mampu membeli hewan kurban dengan harta yang dia dapatkan dalam kurun satu tahun. Bahkan andaikan dia harus berhutang agar bisa berkurban, maka hal tersebut tidak masalah dilakukan.

Bagi kalangan ulama Syafiiyah, seseorang telah dinilai memiliki kelapangan harta jika dia mampu membeli hewan kurban dengan harta yang lebih dari kebutuhan dirinya dan kelurganya pada hari Idul Adha dan hari-hari tasyriq. Namun jika harta yang dimiliki tidak lebih dari kebutuhan dirinya dan kelurganya pada hari Idul Adha dan hari-hari tasyriq, maka dia tidak dianjurkan berkurban.

Baca Juga :   Hukum Berkurban pada Hari Raya Idul Adha

Adapun menurut ulama Hanabilah, jika seseorang bisa mengusahakan membeli hewan kurban pada hari Idul Adha atau hari-hari tasyriq meski dengan berhutang, maka dia dianjurkan berkurban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here