Kriteria Air Muthlak yang Dianjurkan Digunakan dalam Bersuci

0
762

BincangSyariah.Com – “Air yang suci, lagi mensucikan, tidak makruh memakainya adalah air Mutlak”, demikian dijelas Abu Syuja’ dalam bukunya Matan al-Ghayah wa al-Taqrib.

Air Mutlak merupakan salah satu pembagian dari beberapa pembagian air yang lain, seperti air musta’mal, air musyammas, dan air najis.

Dalam pandangan ahli Fiqih, kriteria air Mutlak ada 3. Pertama, air tersebut suci. Kedua, dapat mensucikan benda yang lain. Dan ketiga, tidak makruh memakainya.

Pada kriteria pertama, yaitu zat air tersebut suci, dapat kita pahami bahwa air-air yang zatnya tidak suci (air najis) menurut hukum syariat bukanlah dinamakan dengan air yang muthlak, seperti air kencing, darah, nanah, dan lain-lain. Oleh sebab itu, maka bersuci dengan air yang tidak suci (najis) tidaklah sah dalam pandangan ahli Fiqih.

Kriteria kedua, yaitu dapat mensucikan benda yang lain, mengisyaratkan bahwa air muthlak bisa mengakatkan hukum najis/kotoran yang terdapat pada sesuatu benda secara hukum syara’.

Kriteria ketiga, yaitu tidak makruh mamakainya, menjelaskan hukum kebolehan menggunakan air Muthlak. Terkadang ada air yang suci lagi dapat mensucikan benda lain dari najis atau kotoran, namun hukum memakainya adalah makruh atau haram. Maka air yang seperti ini, bukanlah termasuk pada kriteria air Muthlak.

Semoga kita dapat memperhatikan ketiga kriteria ini sewaktu akan bersuci, supaya ibadah bersuci kita dapat dengan menggunakan air yang Muthlak.

Baca Juga :  Benarkah Tidak Membasuh Air Seni dengan Bersih Merupakan Penyebab Siksa Kubur?


BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here