Khatib Tidak Duduk di Antara Dua Khutbah Jumat, Apakah Khutbahnya Sah?

1
5848

BincangSyariah.Com –Sudah maklum bahwa di antara tata cara menyampaikan dua khutbah Jumat adalah duduk sebentar di antara dua khutbah tersebut. Jarang kita jumpai para khatib tidak melakukan duduk di antara dua khutbah Jumat ketika mereka menyampaikan khutbah. Namun demikian, pernah dalam suatu kesempatan di masjid tertentu seorang khatib Jumat tidak duduk di antara dua khutbah, ia tetap berdiri dalam keadaan diam. Sebenarnya, bagaimana jika khatib tidak duduk di antara dua khutbah Jumat, apakah khutbahnya sah?

Menurut Imam Syafii dan ulama Syafiiyah, duduk di antara dua khutbah merupakan bagian syarat-syarat khutbah Jumat. Oleh karena itu, jika seorang khatib tidak duduk di antara dua khutbah, baik sengaja atau lupa, maka khutbahnya dihukumi tidak sah. Jika ia hanya diam berdiri tanpa duduk di antara dua khutbah, maka khutbahnya tidak sah.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan oleh Imam Syairazi dalam kitab al-Muhazzab berikut;

ومن شرطهما القيام مع القدرة ، والفصل بينهما بجلسة ; لما روى جابر بن سمرة قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم يخطب قائما ثم يجلس ثم يقوم ويقرأ آيات ويذكر الله – تعالى – ، ولأنه أحد فرضي الجمعة ، فوجب عليه فيه القيام والقعود كالصلاة

“Sebagian dari syarat dua khutbah Jumat adalah berdiri jika mampu, juga dipisah di antara keduanya dengan duduk. Hal ini berdasarkan riwayat Jabir bin Samurah, dia berkata, ‘Nabi saw berkhutbah dalam keadaan berdiri, kemudian duduk, kemudian berdiri dan membaca ayat-ayat al-Quran dan berzikir kepada Allah. Juga karena khutbah merupakan satu dari dua fardu Jumat, sehingga di dalamnya wajib berdiri dan duduk seperti salat.”

Dalam kitab al-Majmu, Imam Nawawi juga menegaskan mengenai kewajiban duduk di antara dua khutbah Jumat. Beliau berkata;

Baca Juga :  Khutbah Jumat sedang Berlangsung, Bolehkah Lakukan Salat Tahiyatul Masjid?

وأما الجلوس بينهما فواجب بالاتفاق ، وتجب الطمأنينة فيه ، صرح به إمام الحرمين وآخرون

“Adapun duduk di antara dua khutbah Jumat, maka hukumnya wajib menurut kesepakatan para ulama, dan wajib thuma’ninah di dalamnya. Hal ini sebagaimana telah ditegaskan oleh Imam Haramain dan ulama lainnya.”

Melalui penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa seorang khatib tidak boleh meninggalkan duduk di antara dua khutbah Jumat meskipun sebentar. Ia wajib duduk, dan tidak boleh hanya diam berdiri di antara dua khutbah Jumat.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here