Keutamaan Zikir Berjamaah saat Malam Nisfu Sya’ban

2
1559

BincangSyariah.Com – Berzikir dengan menyebut Allah atau nama-nama-Nya merupakan amalan paling baik dan paling dicintai Allah. Ada banyak ayat Alquran dan hadis Nabi Saw. yang dengan tegas menyuruh agar kita selalu berzikir menyebut Allah atau nama-nama-Nya. Sebagian di antaranya terdapat dalam surah Albaqarah ayat 152, Allah berfirman:

فَاذْكُرُونِي أذْكُرْكُمْ

Artinya;“Berdzikirlah (Ingatlah) kamu pada-Ku, niscaya Aku akan ingat pula padamu”.

Dalam surah Alra’d ayat 28, Allah berfirman:

 الَّذِيْنَ آمَنُوا وَ تَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللهِ  ألآ بِذِكْرِ الله تَطْمَئِنُّ الـقُلُوبُ.

 Artinya;“Yaitu orang-orang yang beriman, dan hati mereka aman tenteram dengan zikir pada Allah. Ingatlah dengan zikir pada Allah itu, maka hatipun akan merasa aman dan tenteram”.

Sebagian hadis yang membicarakan keutamaan berzikir adalah hadis riwayat al-Thabrani dalam kitabnya al-Ausath dari Jabir, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

مَا عَمِلَ آدَمِي عَمَلاً أَنْجَى لَهُ مِنَ اْلعَذَابِ مِنْ ذِكْرِ اللهِ.

Artinya; “Tidak ada amal seseorang yang lebih menyelamatkan dirinya dari siksa melebihi zikir (mengingat) Allah.”

Dalam kitab Ma Dza Fi Sya’ban, Sayid Muhammad bin Abbas al-Maliki menyebutkan bahwa berzikir berjamaah adalah disyariatkan dan dianjurkan. Hal ini berdasarkan hadis Qudsi dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda, Allah berfirman;

اَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْـدِي بِي, وَاَنَا مَعَهُ حِيْنَ يَذْكـرُنِي, فَإنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإنْ ذَكَرَنِي فِي مَلاَءٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلاَءٍ خَيْرٍ مِنْهُ

Artinya;“Aku ini menurut prasangka hamba-Ku, dan Aku menyertainya, di mana saja ia berzikir pada-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam hatinya, maka Aku akan ingat pula padanya dalam hati-Ku, jika ia mengingat-Ku di depan umum, maka Aku akan mengingatnya pula di depan khalayak yang lebih baik.”

Juga berdasarkan hadis riwayat al-Imam Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda:

لَا يَقْعَدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَعَالَى إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَ غَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَ ذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

Artinya “Tidaklah sekelompok orang duduk sambil berzikir kepada Allah kecuali mereka akan dikelilingi oleh malaikat, dilimpahi rahmat, dianugerahi ketentraman, dan disebut oleh Allah di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya.”

Berdasarkan dua hadis di atas, para ulama membolehkan zikir berjamaah, tadarus Alquran, membaca tafsir, hadis dan fikih dengan berkumpul dan berkelompok. Semua ini termasuk berzikir dan mengingat Allah. Berkumpul untuk mengingat Allah, termasuk berkumpul untuk berzikir di malam Nisfu Sya’ban, memiliki banyak keutamaan sekaligus merupakan amal ibadah yang disukai Allah, karena pertolongan Allah selalu menyertai kebersamaan (jamaah), termasuk kebersamaan dalam berzikir mengingat Allah.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here