Keutamaan Shaf Awal Ketika Jamaah dan Etika Mendapatkannya

0
616
BincangSyariah.Com – Mencari keutamaan shaf awal adalah sunnah. Namun tidak menyakiti orang-orang yang dilangkahi (atas, atau sisi kanan dan kiri mereka) jauh lebih sunnah lagi. Saat Nabi berkhutbah, masjid sudah cukup penuh, lalu tiba-tiba datang seseorang dari belakang ingin mendapatkan shaf depan yang akhirnya banyak pundak jamaah yang terlangkahi, akhirnya Nabi menegurnya;

اجلس… فقد آذيت…

“Duduk..!! Anda telah menyakiti” (HR : Abu Dawud, Tirmidzi)

Beragam hukum pun muncul oleh para ulama. Ada yang mengharamkan, dan ada yang makruh tanzih. Misalnya pendapat Imam An-Nawawi dalam kitab Raudhah at-Thalibin

المختار أن تخطي الرقاب حرام

“Pendapat yang dipilih adalah haram melangkahi sisi kanan dan kiri orang lain”

تخطي الرقاب حرام حال الخطبة وغيرها

“Haram hukumnya melangkahi ketika khatib berkhutbah dan di luar itu” (Syaikh al-Utsaimin dalam Fatawa wa Rasail)

Baik haram, maupun makruh, hukum ini tidak sedang berhadapan dengan sesuatu yang tidak ada fadhilahnya, akan tetapi berhadapan dengan sesuatu yang memang ada fadhilahnya, yaitu mendapatkan shaf awal. Lalu bagaimana dengan halnya melangkahi ketika hendak keluar masjid?

Terlihat jelas bahwa Nabi bukan hanya Nabi dalam berfiqih, akan tetapi beliau juga Nabi dalam beretika.

Baca Juga :  Hukum Khatib Mengacungkan Tangan Ketika Khutbah Jumat, Apakah Boleh?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here